"Suvenirnya khas UKM. Suvenirnya betul betul khas UKM dan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Dan kita undang Pak Erick Thohir dari Inasgoc, untuk memastikan bahwa kita bisa mulai produksi cepat. Karena ini kan akan menciptakan puluhan ribu. Tapi kalau diburu-buru yang dapat yang gede lagi. Satu tahun. Mudah-mudahan cukup untuk menyiapkan permodalannya, produksinya," kata Sandiaga usai membuka pelatihan kewirausahaan di Dinas UMKM, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2017).
Sandiaga mengungkapkan, pemberdayaan tersebut juga upaya untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada UMKM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga mengungkapkan, nantinya akan ada 20.000 UMKM yang akan berpartisipasi. 20.000 UMKM tersebut akan memproduksi suvenir seperti boneka, t-shirt, ikat kepala, hingga handuk.
"Kira-kira 20 ribu. (Produknya) bisa boneka, bisa t-shirt, bisa ikat kepala, bisa handuk," tuturnya.
Selain pembuatan suvenir yang akan dikerjakan oleh UMKM, Sandiaga juga berencana Pemprov DKI menyediakan lahan untuk stan UMKM di venue Asian Games nanti. Ia mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Dinas UMKM Irwandi untuk diakomodir.
"Sudah kita sampaikan ke Pak Irwandi Kita ke depan fleksibel dan jangan tersekat-sekat gitu, kalau bikin lahan UKM itu harus terbuka. Sistemnya sekarang open space. Jadi nanti bagaimana terakomodasi di venue yang baru itu setting etalase yang menarik," ujarnya.
Terkait kriteria, Anies mengungkapkan tetap akan berpihak kepada UKM kecil. Hal tersebut nantinya merupakan tugas Kepala Dinas UMKM untuk mengidentifikasi.
"Harus ada keberpihakannya. Oleh karena itu pak kadis tugasnya mengidentifikasi mana yang perlu dibantu mana yang perlu diarahkan. Jadi tidak ada monopoli," ujarnya. (jor/jor)










































