DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 12:40 WIB

Diperiksa KPK, Menhub Budi Karya Ditanya soal Masalah Dirjen Hubla

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Diperiksa KPK, Menhub Budi Karya Ditanya soal Masalah Dirjen Hubla Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku diperiksa penyidik KPK terkait kasus yang menjerat Antonius Tonny Budiono. Tonny merupakan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) yang telah dinonaktifkan karena diduga menerima suap.

"Jadi, saya sampaikan terima kasih kepada KPK, yang memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan keterangan dengan masalah Dirjen (Perhubungan) Laut," kata Budi usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).

"Kemenhub sepakat agar proses penegakan hukum itu selalu ditegakkan dan kami selalu mendukung dan juga bagian daripada bagaimana kemudian bisa melakukan kegiatan good governance," sambung Budi.

Budi menyelesaikan pemeriksaannya sekitar 3,5 jam. Dia kemudian bergegas menuju Toyota Innova hitam bernopol B 1559 PQS yang sudah menunggu di lobi depan KPK.

Pemeriksaan Budi merupakan penjadwalan ulang dari pemanggilan Jumat (13/10) pekan lalu untuk tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan. Sebab saat itu Budi Karya Menhub harus menghadiri acara internasional mewakili negara Indonesia dalam pertemuan menteri transportasi kawasan ASEAN di Singapura.

"Menhub penjadwalan ulang dari agenda pemeriksaan Jumat," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Dalam kasus tersebut, Adiputra adalah terduga pemberi suap terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, terhadap Tonny. Mereka diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8).

KPK mengamankan 33 tas berisi uang dengan berbagai jenis mata uang dengan total Rp 18,9 miliar. Ada 7 mata uang, yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), poundsterling (GBP), dong Vietnam (VND), euro, ringgit Malaysia (RM), dan rupiah (IDR).

Selain itu, KPK mengamankan empat kartu ATM yang salah satunya tersisa saldo Rp 1,174 miliar. ATM itu disiapkan untuk membayar 'setoran' kepada Tonny. Total Rp 20 miliar ini merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam penggeledahan terakhir, diamankan sekitar 50 barang yang terdiri dari keris, tombak, dan batu cincin dari mes perwira Ditjen Hubla Bahtera Suaka, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, terkait gratifikasi.
(nif/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed