detikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 08:32 WIB

Cakep! Ini Deretan Pantun dan Pepatah Anies untuk Jakarta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Cakep! Ini Deretan Pantun dan Pepatah Anies untuk Jakarta Anies pidato di depan warga di Balai Kota (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Jakarta - Anies Baswedan telah resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (16/10) kemarin. Usai dilantik, Anies menyampaikan pidato kepada warga di Balai Kota.

Dalam pidatonya, Anies sempat menyelipkan pepatah dari beberapa daerah di Nusantara. Anies juga sempat membacakan pantun sebagai penutup pidatonya.

Pepatah pertama yang disampaikannya ialah pepatah dari Batak. Pepatah ini dikutip Anies dalam maksud menggandeng semua warga untuk membangun Jakarta.

"Holong manjalak holong, holong manjalak domu. Begitu pepatah Batak mengatakan kasih sayang mencari kasih sayang, kasih sayang menciptakan persatuan. Ikatan yang kemarin sempat tercerai mari ikat kembali. Mari kita rajut kembali, mari kita kumpulkan energi yang terserang menjadi energi untuk membangun kota ini sama-sama," kata Anies, Senin (16/10) kemarin.

[Gambas:Video 20detik]

Berikutnya, Anies menyampaikan pepatah dari Madura. Pepatah ini dibacanya untuk mengungkapkan perjuangan kemerdekaan yang telah dilakukan untuk mengusir penjajah.

Menurutnya, Jakarta adalah salah satu kota yang merasakan kolonialisme dari dekat. Penjajahan beratus-ratus tahun itu nyata di depan mata masyarakat Jakarta sehari-hari.

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam sing ngeremi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami," tuturnya.

Anies mengatakan, kerja keras merebut kemerdekaan itu harus dirasakan masyarakat Ibu Kota. Dia menginginkan Jakarta menjadi arena aplikasi nilai-nilai Pancasila.

Anies lalu kembali membaca pepatah yang berasal dari suku Banjar. Anies mengatakan, gubernur bukan sekadar penyedia jasa bagi warga. Dia meminta warga berkolaborasi sebagai perancang dan pelaku pembangunan.

"Dalam pepatah Banjar dikatakan 'Salapik sakaguringan, sabantal sakalang gulu' satu tikar tempat tidur, satu bantal penyangga leher. Kiasan ini bermakna hubungan yang erat antar elemen masyarakat. Saling setia dan saling mendukung satu sama lain. Inilah Jakarta yang akan kita bangun bersama-sama 5 tahun ke depan," ucap dia.

Di sisi lain, dia mengajak para pejabat pemda dan wakil rakyat untuk mengerahkan tenaga dalam membangun Jakarta. Pada kesempatan ini, dia mengucapkan pepatah dari Minahasa.

"Sebuah kearifan lokal dari Minahasa mengingatkan kita 'Si tou timou tumou tou'. Manusia hidup untuk menghidupi orang lain. Menjadi pembawa berkah bagi semua, sebuah pengingat bagi semua manusia namun terutama bagi para pemimpin," ujarnya.

Di penghujung, pidato, Anies membacakan sebuah pantun. Pada kesempatan ini, warga yang hadir di Balai Kota menyambut larik-larik pantun yang dibacakan Anies dengan mengucapkan "cakep". Tanggapan seperti ini memang lumrah ketika sebuah pantun diucapkan.

"Dan dalam kaitan itu, izinkan saya sebelum menutup sambutan ini, membacakan sebuah pantun untuk warga Jakarta," tutur Anies.

"Bekerja giat di Kali Anyar," ujar Anies di awal pantunnya.

"Cakep," sambut warga.

"Mencuci mata di Kampung Rawa,"

"Cakep," tanggap warga kembali. Semakin banyak yang menyahut.

"Luruskan niat teguhkan ikhtiar/bangun Jakarta bahagiakan warganya," ujar Anies.

Warga kemudian bertepuk tangan sembari bersorai.

"Cuaca hangat di Ciracas/Tidur pulas di Pondok Indah/Mari berkeringat bekerja keras/Tulus ikhlas tunaikan amanah," lanjut Anies membaca pantun.

Pada kesempatan ini, warga kembali menyahuti tiap larik pantun Anies dengan mengucap "Cakep". Di akhir pantun, warga kembali bertepuk tangan.
(jbr/dhn)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed