"Itu pertanda politik yang baik. Obrolan akrab antara Ketua Umum Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi di Istana merupakan perwujudan kedekatan di antara keduanya yang dilandasi kejujuran," ujar Waketum Gerindra Ferry Juliantono melalui pesan singkat, Selasa (17/10/2017).
Obrolan tersebut terjadi seusai pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Kebetulan, Gerindra adalah parpol pengusung Anies-Sandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prabowo dan Partai Gerindra meskipun berada di luar pemerintahan tapi tetap menjaga hubungan yang baik dengan pemerintahan, sementara sebaliknya Presiden pun terlihat menghormati Pak Prabowo serta Partai Gerindra," tutur Ferry.
Prabowo dan Jokowi berbincang sekitar 30 menit di Istana Negara, Senin (16/10). Saat dikonfirmasi, Prabowo enggan membocorkan isi pembicaraan dengan Jokowi.
"Ngobrol saja. Semua baik-baik saja," kata Prabowo usai pertemuan.
(dkp/aan)











































