BBM Diselundupkan ke Timtim, Diduga Libatkan Oknum Pertamina

BBM Diselundupkan ke Timtim, Diduga Libatkan Oknum Pertamina

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2005 10:37 WIB
Kupang - Timor Timur (Timtim) alias Timor Leste jadi lahan baru bagi para penyelundup. Misalnya saja apa yang dilakukan kapal tangker Buana Raya milik rekanan Pertamina dan puluhan kapal nelayan. Mereka menyelundupkan ratusan ton BBM dari Indonesia ke Timor Leste melalui Pelabuhan Dili.Laporan penyelundupan itu disampaikan secara resmi oleh KBRI di Dili. Laporan itu menyebutkan, kapal tangker Buana Raya berulang kali menurunkan BBM dalam jumlah besar ke tangki-tangki milik pengusaha Timor Leste. Kuat dugaan, ada kerjasama ilegal antara pengusaha Timor Leste dan para penyelundup."BBM yang dibawa semestinya diturunkan di depot Pertamina yang ada di Dili, bukan langsung ke mobil-mobil tangki," kata Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Inf Amir Hamka Manan kepada wartawan di Kupang, Kamis (26/5/2005).Kapal tersebut menyelundupkan BBM dari Sulawesi dan Kalimantan. Kapal tersebut milik pemasok Pertamina, tetapi perusahaan itu tidak memiliki izin untuk memasok BBM ke Timor Leste. Sehingga aktivitasnya dianggap ilegal dan termasuk tindakan penyelundupan. "Diduga melibatkan staf Pertamina," kata Amir.KBRI di Dili, dalam laporannya juga menyebutkan masih banyak penyelundupan BBM menggunakan perahu-perahu nelayan ke sebagian besar pelabuhan rakyat di Timor Leste.Sikap pemerintah dan aparat keamanan Timor Leste yang terkesan melegalkan penyelundupan BBM, membuat Danrem 161 Wirasakti Kupang berang. Padahal sudah ada kesepakatan antara kedua negara untuk mencegah aksi-aksi kejahatan transnasional. "Kita sudah bersepakat, tetapi pemerintah Timor Leste tidak pernah mencegah penyelundupan. Malah seolah-olah mereka tidak tahu," sesal Amir.Karena itu, seluruh jajaran Kodim dan Satgas Pasukan Pengamanan Perbatasan RI diminta untuk memperketat wilayah perbatasan dan melakukan rahasia secara kontinu di pelabuhan-pelabuhan. Tahun 2004 lalu, KBRI di Dili sempat melaporkan bahwa Indonesia berpotensi dirugikan US$ 900 juta akibat penyelundupan ke Timor Leste. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads