Kagetnya Warga Lihat Bupati Lebak Ngamuk Pakai Bahasa Sunda

Kagetnya Warga Lihat Bupati Lebak Ngamuk Pakai Bahasa Sunda

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 16 Okt 2017 15:43 WIB
Kagetnya Warga Lihat Bupati Lebak Ngamuk Pakai Bahasa Sunda
Foto: Bupati Lebak Iti Jayabaya dalam video yang beredar/Istimewa
Lebak - Masyarakat yang tinggal sekitar terminal Ciboleger sempat kaget ketika Bupati Lebak Iti Octavia ngamuk pada Kamis (12/10) kemarin. Warga adat Baduy yang saat itu hadir pun hanya bisa diam saat bupatinya mengamuk.

Jaro Saija, atau Kepala Desa khusus untuk adat Baduy waktu itu sempat menyaksikan bagaimana bupati Lebak marah-marah. Kejadiannya kebetulan usai ada penyambutan remsi bupati yang dilakukan di Terminal Ciboleger. Terminal ini adalah pintu masuk ke kawasan Baduy yang jaraknya sekitar 500 meter.

"Ceritanamah taman di pinggir terminal tea anu ngaruksak jalan endeuk ka Baduy, ayeunamah jigana mah meuren beres (ceritanya taman yang di pinggir terminal yang merusak jalan ke arah Baduy, tapi sekarang mungkin sudah beres)," kata Jaro Saijah saat bercerita, Senin (16/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Waktu itu, Jaro Saija mengatakan akan ada kunjungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Puspa Yoga ke Baduy. Namun, sebelum menteri datang, Bupati sudah sampai ke Terminal Ciboleger. Pihak warga Baduy pun menurutnya saat itu sudah memberikan sambutan seni angklung.

Begitu pertunjukan angklung selesai, Bupati Iti langsung ke arah lokasi pembangunan sebuah ruko. Begitu tahu bahwa lokasi tersebut sebenarnya diperuntukkan untuk taman, bupati langsung marah dan meminta dipanggilkan kepala desa yang bertanggung jawab. Di saat itu, kebetulan menurutnya ada puluhan warga beserta 50 orang warga adat Baduy.

"Pasti kaget, ulah keun ku komandan ku bupati, masyarakat mah ku jaro bae geh kaget. Jaro na geh sien etamah (Pasti kaget, jangankan oleh komandan atau bupati, masyarakat mah sama kepala desa saja kaget. Kepala desanya juga takut itu)," katanya.



Usai bupati marah-marah, acara pun menurut Jaro Saija berjalan lancar. Kebetulan waktu itu ada acara seremoni pemberian sertifikat hak paten untuk tenun khas Baduy oleh Kemenerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). (bri/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads