Tak ada motivasi khusus pada diri Munif. Ia mengaku anak petani dan sudah akrab dengan dunia pertanian.
"Saya anak petani. Gambaran tentang pertanian, saya sedikit tahu. (Dalam memanfaatkan lahan tidur) Saya menggandeng yang mengerti pertanian," ujarnya kepada detikcom di Polsek Cilegon, Senin (16/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia itu kan tanahnya subur. Namun, terletak di keinginan kita untuk bisa menggali sumber daya Indonesia itu, jadi sangat sayang tanah itu dianggurkan. Saya ingin menciptkan lahan pertanian di kota," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, hasil pertanian yang ia garap bersama warga di atas lahan 7.000 meter persegi sudah bisa dijual ke pasar. Baru-baru ini, hasil kerja kerasnya memanfatakan lahan tidur membuahkan hasil. Mentimun yang ia tanam panen sebanyak 7 ton dan dijual ke pasar.
"Alhamdulillah kita panen perdana sekitar hampir 7 ton sekali panen," lanjutnya.
Saat ini, dirinya sedang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Cilegon untuk memberikan penyuluhan agar masyarakat di lingkungannya mengerti bagaimana memanfaatkan lahan tidur.
"Saya koordinasi dengan Dinas Pertanian, saya minta sumbangsih dari segi penyuluhan atau apa, karena mungkin saya memilih jenis tanaman sayur. Alhamdulillah ada respons," kata dia.
Munif menerima penghargaan dari Kapolri di Jakarta pada Jumat (13/10). Ia tak menyangka dan bersyukur atas apresiasi itu.
Sementara Kapolsek Cilegon berharap prestasi yang ditorehkan Munif dapat dipertahankan. Lebih dari itu, ia berharap kepada anggota Polsek Cilegon lainnya dapat mencontoh Munif dalam hal inovasi di tengah masyarakat.
"Pak Munif ini (prestasinya) dipertahankan terus kemudian dipacu kemudian anggota-anggota yang lain ya paling minim mengikuti jejaknya kemudian misalkan inovasi-inovasi yang lain, sehingga polisi ini bisa hidup di masyarakat," katanya. (try/try)











































