Kabid Penindakan dan Pemberantasan BNP Riau, AKBP Hildun, kepada wartawan, Senin (16/10/2017), mengatakan Aditya mengamuk pada Minggu (15/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu kantor BNP Riau, Jl Pepaya, hanya dijaga Satpam. Pelaku datang diantar adiknya dengan menggunakan mobil Avanza.
Setelah turun dari mobil, Aditya marah-marah. Dia sempat membanting pintu kantor BNP. Pelaku mengaku ingin menemui Kepala BNP Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena merasa ada yang aneh, Satpam pun menghubungi anggota BNP untuk segera datang. Satu orang anggota BNP datang mencoba untuk menenangkan pelaku. Namun tak mau juga, malah marah dan akan menyerang anggota BNP. Tak lama, satu anggota BNP lagi mendatangi lokasi.
"Disuruh tenang, tak mau juga. Anggota BNP sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun pelaku tetap mengamuk, akhirnya dilakukan tembakan terukur untuk melumpuhkan pelaku," kata Hildun.
Setelah ditembak, Aditya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau. Hari ini, pelaku diperiksa di BNP.
"Dilakukan tes urine ternyata positif menggunakan narkotika. Hasil tes urine, pelaku menggunakan narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja. Jadi ada tiga jenis narkoba yang dia konsumsi," kata Hildun.
Pihak BNP akan melakukan rehabilitasi kepada pelaku. Pihak keluarga sudah diberitahukan atas kasus tersebut.
"Pihak keluarga senang sudah dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku. Kita akan lakukan assessment, kita sembuhkan dari ketergantungan narkoba, kasihan dia," tutup Hildun.
"Kuat dugaan Aditya ini mengamuk di kantor BNP karena terpengaruh narkoba. Mungkin dia halusinasi sehingga membuatnya marah-marah di kantor kami," tutup Hildun. (cha/try)











































