"Pada hari ini DPP Partai Golkar telah menyerahkan kelengkapan secara keseluruhan, yang sesuai dengan sistem yang ada, sesuai dengan aturan yang ada. Menurut pengecekan kami tim DPP bahwa telah memenuhi persyaratan sepenuhnya 100%" ujar Idrus di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 11.15 WIB, Minggu (15/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara jujur DPP Partai Golkar ingin menyampaikan salut dan penghargaan sebesar-besarnya kepada KPU atas komitmen yang ada dalam rangka untuk bagaimana partai politik sebagai pilar demokrasi dapat melakukan fungsi-fungsinya," kata Idrus.
Kemudian Idrus memaparkan kekagumannya pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang dibuat oleh KPU. Baginya, Sipol membantu parpol untuk memiliki sistem administrasi yang efektif dan tertib.
"Penerapan sistem informasi partai politik atau Sipol bagi Golkar sebuah instrumen yang dimaksudkan bagaimana agar supaya partai politik secara sungguh-sungguh memiliki kelembagaan partai yang kuat. Dan memiliki sistem administrasi yang efektif dan tertib," papar Idrus.
Dengan sistem ini Idrus berharap jika pemilu nantinya akan diisi perdebatan conceptual. Menurutnya perlu juga ada pertimbangan kualitatif. Karena dua hal itu dapat menjadi jaminan lahirnya pemimpin produktif dari pemilu.
"Kita harapkan pada pemilu ke depan secara sungguh-sungguh mengedepankan perdebatan conceptual. Mengedepankan pertimbangan-pertimbangan kualitatif. Hanya dengan cara itu ada jaminan bahwa kinerja pimpinan yang dilahirkan oleh pemilu itu dapat produktif," pungkasnya.
Idrus menegaskan komitmen Golkar untuk mengusung Jokowi di Pilpres 2019 dan menargetkan kemenangan Jokowi 65%. Dia meyakini munculnya sosok Jokowi akan meningkatkan elektabilitas Golkar.
"Sekali lagi konsisten dan komitmen bahwa kehadirannya (Jokowi) menambah nilai tambah elektabilitas dan pencapaian kemenangan pada tahun 2019 yang akan datang," pungkas Idrus.
(imk/imk)











































