Pasien yang Diduga Dilecehkan di RS Aceh Alami Trauma

Pasien yang Diduga Dilecehkan di RS Aceh Alami Trauma

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 15 Okt 2017 13:01 WIB
Pasien yang Diduga Dilecehkan di RS Aceh Alami Trauma
ilustrasi/ Foto: Edi Wahyono
Banda Aceh - Gadis berusia 17 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan seksual di Rumah Sakit (RS) mengalami trauma. Korban sudah diperiksa psikolog dan dinyatakan mengalami gejala gangguan dan trauma ketakutan berlebihan.

"Anak saya sekarang trauma. Dia tidak mau jauh-jauh dari saya. Sekarang lihat rumah sakit saja dia takut," kata ibunda korban, RY (34) kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (14/10/2017).

Surat keterangan psikolog dikeluarkan pada 11 Oktober oleh psikolog di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Aceh bernama Lely Safrina, S.Psi, M.sc, Psikolog. Dalam surat tersebut dinyatakan, korban berusia 17 mengalami gejala ketakutan berlebihan karena telah mengalami kejadian trauma kronis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut psikolog, peristiwa yang dialami pasien biasanya akan memberikan dampak tertentu pada kepribadian, identitas diri, memori, perubahan mood dan juga emosi. Pasien diharapkan mendapatkan terapi psikologis jangka panjang untuk mengatasi dampak yang dialaminya.




Ibu kandung korban memperlihatkan surat keterangan psikolog tersebut saat menggelar konferensi pers di Banda Aceh. Menurutnya, pasca kejadian pada 5 Oktober lalu, pihak keluarga korban sudah melaporkan kasus ini ke Polda Aceh.

Pelaporan dibuat setelah korban juga meminta orang tuanya agar membuat laporan. Tujuannya, supaya kasus yang dialaminya tidak terjadi pada orang lain.

"Anak saya bilang "kakak mau ini ditempuh jalur hukum. Tidak mau ada orang lain juga jadi korban. Jangan ini terulang lagi." Begitu kata anak saya. Jadi dia sudah siap dengan laporan ini," ungkap RY.



RY mengaku kecewa dengan rumah sakit. Ia kini menunggu polisi mengusut kasus tersebut. "Saya minta keadilan dari semua pihak. Saya tidak peduli dengan malu. Yang penting kembali keceriaan anak saya," jelas RY dengan suara serak.

Seperti diketahui, seorang pasien di RSUZA diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh petugas kebersihan. Korban berusia 17 tahun mendapat perlakuan usai menjalani operasi. Saat itu, kondisinya masih setengah sadar dan kejadian terjadi di ruang tunggu pasca operasi. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads