Ibu kandung korban, RY (34), mengatakan, awalnya dirinya mendapat informasi tentang dugaan pelecehan dari nenek korban. Namun dia sempat meminta agar nenek korban berpikir positif dan meragukan pengakuan tersebut.
"Saya dapat kabar dari nenek korban atau ibu saya. Beliau bilang "Alhamdulillah anakmu sudah siuman. Tapi anakmu dilecehkan." Saya bilang positif saja pikirannya mungkin dipegang untuk ditaruh alat medis," kata RY kepada wartawan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (14/10/2017) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, RY sedang istirahat sebentar di ruangan. Hari itu, dua anaknya menjalani operasi dalam waktu berbeda di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Aceh. Korban sendiri dioperasi dibagian telinga untuk kedua kalinya. Setelah bangun, RY melihat anaknya sudah sadar.
"Anak saya cerita saat ketemu saya. Dia bilang ada orang yang melecehkannya. Menurut pengakuannya pria tersebut masuk dengan berpura-pura membetulkan," jelas RY.
Pria yang belakangan diketahui sebagai petugas kebersihan (Cleaning Service) itu melecehkan korban sebanyak dua kali. Pelaku berinisial SR (20) sempat keluar dari ruangan dan kemudian masuk lagi. Pelaku akhirnya kabur saat korban terbatuk.
Kejadian itu terjadi pada 5 Oktober saat korban menunggu benar-benar sadar di ruang pasca operasi. Korban sempat berusaha melawan ketika pelaku melecehkannya. Namun karena masih dalam pengaruh obat bius, korban tidak berdaya.
"Usai tahu kejadiannya saya laporkan. Pertama saya laporkan ke perawat, keluarga, Satpam. Saya juga sudah ketemu sama Direktur RSUZA dan saya ngomong sama Wakil Direktur. Sudah saya ceritakan," ungkap RY.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas RSUZA, Rahmadi, mengatakan, pihaknya sudah menyelidiki kasus ini ke kamar operasi tempat korban diduga dilecehkan petugas kebersihan. Saat kejadian, tidak ada petugas rumah sakit di sana karena sedang ke kamar mandi.
"Saat kita croschek sama petugas di ruangan. Jadi (waktu itu) ada selisih waktu sekitar 5-10 menit itu petugas ke kamar mandi. Saat itulah kejadiannya (pelaku melecehkan korban)," kata Rahmadi saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/10/2017) malam.
Pihak RSUZA sudah menegur pihak perusahaan yang mempekerjakan pelaku sebagai petugas kebersihan. Menurut informasi, pelaku juga sudah dikeluarkan dari perusahaan tersebut. Kasus ini kini sudah ditangani polisi setelah keluarga korban membuat laporan.
(rvk/rvk)











































