Salah satu kandidat calon gubernur Jawa Timur dari kalangan Nahdliyin yakni Khofifah Indar Parawansa bisa memaklumi langkah pimpinannya. Dia tidak merasa perlu menghalangi pilihan politik siapapun termasuk Ketum PBNU.
"Secara pribadi, beliau punya hak politik untuk mendukung atau tidak mendukung siapa saja. Saya sangat menghormati sikap beda pilihan dan keberpihakan masing-masing," kata Khofifah menanggapi hal tersebut, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tentukan Wakil, Khofifah Akan Minta Pertimbangkan 100 Kiai di Jatim
https://news.detik.com/berita/d-3680423/tentukan-wakil-khofifah-akan-minta-pertimbangan-100-kiai-di-jatim?_ga=2.114650062.854318564.1507512850-1119133479.1499058674
Bukan hanya ke 100 kiai di Jawa Timur, Khofifah bahkan juga berencana menemui Said Aqil sekalian. "Suatu saat saya tetap ingin sowan dan matur (mengutarakan maksud) karena saya Ketua Umum badan otonom NU," kata Khofifah.
Baca juga: Soal Pilgub Jatim, Said Aqil: Pilihan Kiai NU Saya Dukung
Said Aqil usai bertemu Megawati Soekarnoputri Sabtu (14/10) kemarin, menyatakan akan mengikuti pilihan suara kiai NU di Jatim terkait dukungan di Pilgub Jatim 2018.
"Saya serahkan pada ulama pesantren dan NU Jatim, yang tahu baik itu kiai di Jatim. Pokoknya, pilihan kiai Jatim saya dukung," ujar Said Aqil di kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Jakpus, kemarin.
(dnu/dnu)











































