Kesan Relawan Tentang Pembangunan DKI oleh Jokowi-Ahok-Djarot

Kesan Relawan Tentang Pembangunan DKI oleh Jokowi-Ahok-Djarot

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sabtu, 14 Okt 2017 18:19 WIB
Relawan yang tergabung dalam Foreder. Foto: Marlinda Oktaviana Erwanti/detikcom
Jakarta - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan berakhir pada 15 Oktober 2017, besok. Berakhirnya masa jabatan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan periode 2012-2017, yang diawali Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga Djarot Saiful Hidayat.

Banyak kesan yang ditinggalkan ketiga pemimpin DKI tersebut di mata relawan dan pendukungnya. Salah satunya dalam hal pembangunan infrastruktur di Jakarta.

"Pada masa pemerintahan Pak Jokowi-Ahok-Djarot itu mengalami kemajuan yang luar biasa ya. Dari segi infrastruktur, macam-macam. Semua di Jakarta banyak perubahan," kata Ketua Forum Relawan Demokrasi (Foreder) Aidil Fitri di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aidil mengungkapkan, selain infrastruktur, birokrasi pemerintahan di DKI juga mengalami banyak perubahan.

"Di birokrasi pemerintahan, di DKI juga mengalami banyak perubahan," tuturnya.

Senada dengan Aidil, ada pula Maya yang mengaku pendukung Jokowi-Ahok-Djarot mengungkapkan banyak merasakan perubahan di Jakarta pada masa pemerintahan periode 2012-2017. Di antaranya adalah pembangunan jalan, berkurangnya banjir, hingga berkurangnya kepadatan di Jakarta.

"Saya ngerasa banget (perubahan di Jakarta). Jalan, banjir, crowded dulu kan di Tanah Abang saya sering lewat macetnya nggak jelas banyak pedagang di pinggirnya sejak dibenahi jadi lancar," katanya.

"Terus rumah-rumah kumuh, Kalijodo sekarang top banget. Banyak sekali rumah sakit baru yang BPJS itu dibangun. RSUD Pasar Minggu misalnya. Bukan bagus megahnya tapi masyarakat menengah ke bawah benar-benar mendapat tempat untuk mendapatkan jasa kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya ," lanjut alumni Tarakanita angkatan '79 tersebut.

Meski demikian Maya mengaku ada satu kekurangan yang dimiliki ketiga pemimpin tersebut. Yakni jangka waktu pemerintahan mereka yang hanya lima tahun.
Para relawan berkumpul di Lapangan Banteng.Para relawan berkumpul di Lapangan Banteng. Foto: Marlinda Oktaviana Erwanti/detikcom

"Minusnya ada. Minusnya kurang lama. Udah berhenti hari ini," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintahan berikutnya akan melanjutkan pembangunan-pembangunan yang positif di Jakarta. Selain itu ia juga meminta pemerintahan berikutnya untuk mengedepankan dan memprioritaskan masyarakat DKI Jakarta.

"Semoga pemerintahan berikutnya mengedepankan dan memprioritaskan masyarakat DKI di atas segala-galanya," tuturnya.

Untuk diketahui, masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan berakhir pada 15 Oktober. Berakhirnya masa jabatan Djarot tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan periode 2012-2017 yang diawali oleh Jokowi, Ahok, hingga Djarot.

Untuk mengapresiasi kinerja ketiganya, Relawan Jokowi Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menggelar "Kaleidoskop dan Terima Kasih Gubernur 2012-2017". Acara ini digelar oleh relawan, dari relawan untuk Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. (bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads