MMI Ajak Dialog Paus Benediktus

MMI Ajak Dialog Paus Benediktus

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2005 19:30 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengajak Paus Benediktus XVI berdialog mengenai konsep perdamaian manusia di dunia. MMI telah mengirimkan surat resminya melalui kedutaan besar Vatikan di Jakarta.Hal itu dikatakan Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia Irfan S. Awwas kepada wartawan di kantor MMI, Jl. Karanglo No 123 Kotagede Yogyakarta, Rabu (25/5/2005). "MMI merespons positif keinginan Paus Benediktus saat dinobatkan yang mengatakan ingin mengajak tokoh-tokoh agama membangun jembatan perdamaian universal," kata dia. Menurut Irfan, MMI pada tanggal 16 Mei lalu telah mengirimkan surat kepada Paus Benediktus melalui Kedubes Vatikan di Jakarta untuk mengajak berdialog. Namun sampai sekarang belum ada jawaban resmi dari Paus. Pihak Kedubes Vatikan di Jakarta melalui wakil dubes Mgr Navatus hanya memberitahukan bahwa surat sudah dikirimkan kepada Paus di Vatikan, Roma."Soal ajakan perdamaian itu kami menyambut positif, tapi MMI tidak peduli apakah ajakan yang disampaikan dalam prosesi pengukuhannya sebagai Paus itu sungguh-sunggu atau sekedar retorika. Yang jelas, misi perdamaian yang diungkapkan adalah untuk kepentingan umat manusia," katanya.Apabila ajakan dialog itu direspons oleh Paus, kata Irfan, MMI telah mempersiapkan tim yang ditunjuk secara resmi untuk berdialog. Sebanyak 100 pertanyaan juga telah disiapkan kepada Paus berkaitan dengan upaya membangun jembatan perdamaian dunia di antara umat beragama. "Timnya sudah ada dan kami tinggal menunggu respons dan jawaban Paus," katanya.Menurut dia, ada beberapa hal penting terhadap konsep perdamaian yang diungkapkan Paus. Antara lain soal bagaimana langkah-langkah membangun perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan dunia, bagaima merespons kemiskinan yang melanda negara dan masyarakat dunia, soal ketimpangan ekonomi, anak-anak terlantar, eksploitasi para wanita dalam ekonomi dan budaya, serta pelecehan seksual. "Apa prinsip yang dipakai dalam melaksanakan langkah-langkah itu," ungkap dia.Selain itu MMI juga akan menanyakan bagaimana membangun kedamaian dan kesejahteraan dunia, sementara masalah free sex dibiarkan, bahkan dianjurkan sehingga merusak moral generasi muda. "Siapa yang akan mampu membangun perdamaian dan kesejahteraan di atas kerusakan moral seperti ini dan kita juga akan menanyakan bagaimana konsep Kristen dalam membangun perdamaian," demikian Irfan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads