"Kader sudah cukup akrab dengan Pak Prabowo-lah ya dan itu sudah dilakukan semenjak pilpres yang lalu, masih kangen juga dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo kita sampaikan sebagai sahabat, antarkader pun masih akrab dan kangen ya," kata Mustafa kepada wartawan di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).
Meski demikian, PKS masih terbuka untuk segala kemungkinan. Kader PKS akan menampung aspirasi masyarakat sesuai dengan format formal di PKS.
"Tetapi tentu saja proses formalnya harus dilakukan agar ini menjadi pasangan yang dikukuhkan karena harus ada capres dan cawapres. Selama itu belum ada formal kader juga berhak punya aspirasi aspirasi baru dan kita menampung. Kita senang kalau kader bisa mengekspresikan misalnya ingin figur dari internal PKS atau eksternal PKS itu kita senang," imbuh Musafa.
PKS, kata Mustafa, saat ini masih merupakan partai papan tengah di Indonesia. Dia berharap bisa menjadi partai papan atas pada Pemilu mendatang.
"Kita ingin beringsut untuk naik ke papan atas. Tentu ini memerlukan kerja keras, kita lihat persentase di DPR yang lebih memadai ke depan agar bisa menyuarakan aspirasi rakyat dengan apa yang ada kita miliki sekarang. Tentu kita akan mampu kita artikulasikan dengan lebih baik lagi kalau komposisi kursi kita di DPR RI bisa mencapai angka psikologis yang cukup menentukan dalam dinamika politik di pusat maupun daerah," katanya. (bag/bag)











































