Parpol Pro-SBY Targetkan Raih 75 Persen Pilkada

Parpol Pro-SBY Targetkan Raih 75 Persen Pilkada

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2005 18:37 WIB
Jakarta - Bersama kita bisa! Jargon kampanye SBY-JK sewaktu Pilpres 2004 itu seolah bergema lagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Parpol pendukung SBY-JK diminta bersatu. Masih manjurkah jargon itu?'Resep' untuk memenangkan Pilkada itu dikemukakan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Target kemenangannya tidak tanggung-tanggung, yakni 75 persen Pilkada di seluruh Indonesia.PKPI optimis target itu akan diraihnya. Tapi syaratnya, harus sesuai 'resep', yakni semua parpol yang mendukung pencalonan SBY-JK saat Pilpres 2004 lalu bergabung dan menggalang kekuatan.Hal ini dicetuskan oleh Sekjen PKPI Samuel Samson usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2005)."Dari 440 kabupaten/kota, kalau bisa dicapai 75 persen dalam genggaman, sebagai bagian dari kaki tangan mendukung pemerintahan SBY-JK," ujar Samson.Selain PKPI, lanjut dia, parpol pendukung SBY-JK pada Pilpres 2004 antara lain Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB)."Jika semuanya mau bergabung, saya optimis target kemenangan 75 persen Pilkada di seluruh Indonesia akan tercapai," ucap Samson.Keoptimisan itu tercermin dari berbagai pencalonan kepala daerah yang tengah berlangsung di berbagai daerah. Samson mencontohkan koalisi PKB dan PD di salah satu daerah yang mendukung salah satu calon. Demikian juga halnya dengan PKB dan PKS di daerah lain. Namun Samson tidak menyebut daerah yang dimaksud.Wapres Jusuf Kalla yang juga ketua umum Partai Golkar, menurut Samson, menyambut positif target tersebut. "Beliau sependapat. Kalau bisa 100 persen dengan maksud baik untuk memperkuat jaringan di tingkat daerah," katanya mengutip pernyataan Kalla.Wakil Ketua Umum PKPI Tatto S Pradjaming menambahkan, partainya tidak meminta apa-apa sehubungan dengan dukungan PKPI terhadap SBY-JK dalam Pilkada. PKPI juga mengaku tidak akan meminta jatah kursi menteri kalau pun nanti SBY akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Tatto juga menuturkan pertemuannya dengan Kalla sehubungan dengan Kongres PKPI yang akan digelar 30 Mei-2 Juni 2005. PKPI meminta kehadiran Kalla untuk membuka kongres tersebut. Tapi Kalla belum merespons permintaan tersebut. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads