DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 23:07 WIB

Soal Daya Beli Turun, PKS Contohkan Penjualan Hunian di Kemang

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Soal Daya Beli Turun, PKS Contohkan Penjualan Hunian di Kemang Hidayat Nur Wahid (Foto: dok. MPR)
Jakarta - PKS menepis pernyataan Presiden Joko Widodo soal daya beli menurun dipakai untuk isu menjelang Pemilu 2019. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut daya beli saat ini memang lemah.

"Kalau Anda pergi ke Kemang, misalnya, begitu banyak rumah dari sekian bulan lalu dipasang 'Sale' atau 'Disewakan' gitu. Hampir setahun lebih nggak ada yang beli atau menyewa," ujar Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

"Padahal dulu Kemang itu tempat orang berebut untuk membeli, menyewa. Nyatanya, begitu banyak rumah yang disewakan tapi nggak ada yang beli. Itu salah satu indikator yang sangat konkret," imbuh dia.

Hidayat lalu memberi contoh lain soal fakta daya beli masyarakat yang memang mengalami penurunan. Hidayat menyinggung soal pemutusan hubungan kerja yang cukup masif belakangan ini.

"PHK di mana-mana, kemudian buruh yang demo karena merasa upah tidak memadai. Di satu pihak PHK, hengkangnya para pemodal, harga yang semakin meninggi, sementara daya beli menurun. Termasuk mereka tidak mampu melakukan pembelian tadi itu," ucap Hidayat.

Selain itu, Hidayat menyebut para korban PHK kesulitan mencari pekerjaan baru. Hidayat juga menyinggung ucapan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita soal ini.

"Seperti yang dikatakan Menteri Perdagangan dan Pak Mendag tentu bukan lawan politik Pak Jokowi karena kadang-kadang ada yang mengatakan ini digoreng lawan politik, ya kan. Pak Menteri Perdagangan mengatakan memang terjadi daya beli menurun dan faktanya memang terjadi begitu banyak PHK," ungkap Hidayat.

Hidayat meminta Jokowi realistis. Soal daya beli yang turun, Hidayat ingin Jokowi melihat kenyataan di masyarakat saat ini.

"Lepas jelang pilpres atau tahun politik atau tidak, rakyat saya yakin tidak berpikir ini lawan politik atau tidak. Rakyat yang dipikir nyata-nyatanya banyak dari mereka yang kemudian tadi, begitu banyak kejadian PHK, daya beli menurun, tentang ritel yang kemudian tutup. Sekali lagi, kondisi yang menurut saya jangan dipolitisasi ini digoreng lawan politik," cetusnya.
(gbr/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed