Baku Hantam dengan Anggota TNI AL, Pemobil: Saya Khilaf

Nugroho Tri Laksono - detikNews
Jumat, 13 Okt 2017 22:30 WIB
Bimantoro mengaku sedang emosional sehingga terlibat baku hantam dengan anggota TNI AL Lettu Satrio. (Nugroho Tri Laksono/detikcom)
Jakarta - Bimantoro mengaku sedang emosional sehingga terlibat baku hantam dengan anggota TNI AL Lettu Satrio. Dia pun sudah meminta maaf atas perbuatannya.

"Kondisinya ya saya emosional saja, sama-sama emosional. Saya khilaf, saya melakukan kesalahan, saya minta maaf," kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017).

Meski demikian, pihak kepolisian menyebut kasus tersebut masih berlanjut prosesnya. Polisi mengatakan pelapor, yaitu Lettu Satrio, belum menyampaikan perihal upaya mediasi.

"Belum tahu ada mediasi atau tidak ke depannya. Mediasi nanti tergantung pelapor. Selama ini pelapor belum menyampaikan apa-apa. Jadi ya kita lakukan pemeriksaan terhadap pelapor," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana sebelumnya di kantornya.

[Gambas:Video 20detik]

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta. Namun untuk perkembangan selanjutnya, Gig mempersilakan hal itu ditanyakan langsung ke pihak kepolisian.

"Kasus ini masih ditangani Polres Jakarta Timur. Perkembangan terakhir, betul kasusnya masih lanjut. Silakan cek ke Polres Jakarta Timur," ucap Gig.

Peristiwa ini diketahui dari sebuah video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B-1599-PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di lajur kanan jalan, sementara anggota TNI AL masih duduk di atas sepeda motornya di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual-beli pukulan. (dhn/dhn)