Untuk Syukuran
Istri Nazar Bantah Utang KPU
Rabu, 25 Mei 2005 18:23 WIB
Jakarta - Istri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nazaruddin Sjamsuddin, Nurnida, membantah meminjam dana taktis KPU. Dia mengaku tak tahu menahu tentang dana untuk syukuran suaminya yang meraih gelar kehormatan dari Monash University, Australia."Saya nggak tahu menahu mengenai dana itu. Saya sebenarnya hanya ingin menjenguk Bapak ke sini," kata Nurnida usai menjenguk suaminya di Rutan Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (25/5/2005). Tudingan Nurnida meminjam uang KPU berhembus terkait pernyataan Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin. Hamdani mengatakan dana untuk syukuran atas gelar profesor kehormatan Nazar dari Monash University ngutang ke KPU. Untuk acara syukuran, menurut Hamdani, biasanya KPU menganggarkannya lewat dana APBN. Namun karena uang dari APBN belum cair, dana taktis KPU pun dipakai. "Mudah-mudahan bisa dikembalikan secepat mungkin," kata Hamdani Rabu pagi. Nurnida membantah keras tudingan itu. Istri Nazar ini menyatakan tidak pernah meminjam uang ke KPU. Dia mengaku tak terbiasa pinjam uang dari siapa pun bila menghadapi masalah keuangan. "Boro-boro pinjam uang ke KPU, pinjam uang ke tetangga saja nggak pernah," katanya sambil langsung masuk mobil.Selanjutnya Nurnida lebih banyak menyatakan tak tahu saat terus diberondong pertanyaan oleh wartawan. "Nggak tahu. Nggak tahu. Pokoknya doakan saja agar Bapak cepat keluar," tandasnya.Syukuran Nazaruddin yang bikin heboh itu digelar pada 7 Februari 2005 di Kantor KPU. Syukuran digelar atas diberikannya penghargaan Distinguished Alumny Honorary Professor dan anggota Board Herb Feith Foundation dari Monash University Australia kepada sang ketua KPU yang bergelar profesor doktor itu.
(iy/)











































