DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 19:54 WIB

Jamin Warga dan Siswa Miskin di Jateng, Ini Cara Ganjar

Niken Widya Yunita - detikNews
Jamin Warga dan Siswa Miskin di Jateng, Ini Cara Ganjar Ganjar Pranowo (Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta - Pemerintah pusat melalui berbagai program telah melaksanakan perintah Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Namun ternyata di Jateng masih ada puluhan ribu fakir miskin, anak telantar, dan manula sakit yang luput dari perhatian.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan puluhan ribu warga tersebut belum mendapat bantuan pemerintah. Baik dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, beras rakyat sejahtera, Jamkesmas, dan bantuan-bantuan lainnya.

"Ini dampak dari sistem pendataan yang belum baik, padahal mereka justru yang sangat membutuhkan karena tidak punya sumber pendapatan atau sakit keras misalnya," kata Ganjar

Untuk mengakomodasi persoalan ini, Ganjar membuat program Kartu Jateng Sejahtera. Pemilik kartu ini akan mendapat bantuan Rp 250 ribu per bulan yang diberikan dua kali dalam setahun.

"Ada 13 ribu lebih sedikit warga Jawa Tengah yang butuh bantuan khusus karena belum ter-cover bantuan apa pun. Sehingga harapannya mereka yang membutuhkan ini secara konstitusional, mereka berhak mendapatkan jaminan itu. Pasal 34 UUD 1945 sudah sangat jelas menyebutkan dan ini kita wujudkan," kata Ganjar.

Tahun ini, Ganjar membagikan 12.764 KJS. Pada 2016, KJS yang berasal dari dana CSR Bank Jateng ini juga diberikan kepada 12.764 warga.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Provinsi Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan KJS tahun 2017 dialokasikan dalam APBD 2017 melalui Bansos di belanja tidak langsung sebesar Rp 38,29 miliar bagi 12.764 penerima. Per orang memperoleh Rp 250 ribu per bulan.

Untuk mendukung pendidikan, Ganjar membuat program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Bantuan ini untuk mendukung pengeluaran biaya personal siswa dari keluarga kurang mampu jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus (SMA/SMK/SLB).

"Penerimanya bukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP), yaitu siswa dari keluarga kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan," kata Sudjarwanto.

Ia menyebutkan, pada 2013 dialokasikan untuk 14.150 siswa, tahun 2014 pada 16.045 siswa, tahun 2015 ada 16.244 siswa, tahun 2016 ada 24.792 siswa, tahun 2017 ada 10 ribu siswa. Dari tahun 2013 hingga 2017, total penerimanya 81.231 siswa, anggarannya mencapai Rp 81.231.000.000.

Sedangkan untuk jaminan kesehatan bagi masyarakat, pada 2015 terdapat 165.929 jiwa, tahun 2016 sejumlah 165.929, dan tahun 2017 ini ditarget 327 ribu jiwa, sementara hingga Maret 2017 telah tercapai 200.634 jiwa.

"Saya berharap banyak perusahaan yang bisa membantu lewat CSR. Keluarga miskin di Jateng masih banyak dan butuh uluran tangan para dermawan," tegasnya.
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed