DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 17:28 WIB

Gaet Pengunjung, Spa Gay di Harmoni Buat Promo Ganjil-Genap STNK

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Gaet Pengunjung, Spa Gay di Harmoni Buat Promo Ganjil-Genap STNK Salah satu ruangan T1 Spa gay. (Cici/detikcom)
Jakarta - T1 Spa gay di Harmoni, Jakarta Pusat, punya metode khusus untuk berpromosi. Pihak pengelola menggunakan aturan ganjil-genap STNK, seperti peraturan lalu lintas, untuk menarik pengunjung.

Pihak pengelola memberi diskon kepada pengunjung sebesar Rp 30.000 untuk STNK ganjil pada tanggal kedatangan ganjil. Padahal tarif awalnya Rp 165.000 dalam sekali kunjungan.

"Iya betul, seperti itu promo mereka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto saat dimintai konfirmasi, Jumat (13/10/2017).

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat AKP Bayu mengatakan promo ganjil-genap itu diterapkan agar banyak pengunjung yang datang. Bayu juga mengungkap omzet bisnis tersebut mencapai puluhan juta rupiah per hari.

"Mereka buat promo ganjil-genap, STNK yang ujungnya ganjil atau genap sesuai tanggal hari saat datang akan mendapat diskon. Biasanya tarif sekali berkunjung senilai Rp 165 ribu, dapat diskon menjadi 135 ribu," ujar Bayu saat ditemui di kantornya.

Bayu mengatakan jumlah pengunjung yang datang per hari mencapai 200 orang. Bahkan omzet pengelola bisa mencapai Rp 20 juta per hari.

"Setiap hari pengunjung yang datang ke lokasi itu paling sedikit mencapai 60 hingga 200 orang per hari. Omzetnya bisa mencapai Rp 6 juta hingga Rp 20 juta per hari. Biasanya para pengunjung lebih banyak pada hari-hari tertentu, seperti hari Sabtu dan Minggu," ucap Bayu.

Menurut Bayu, pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan. Mereka seperti mahasiswa, pengusaha, bahkan ada yang berprofesi sebagai dokter.

Bayu juga menuturkan, bila datang ke lokasi sendirian, seorang pengunjung bisa digoda pengunjung lain yang juga datang sendiri. Dari penghasilan tersebut, pihak pengelola menggaji karyawannya sebagai kasir sebesar Rp 12 juta.

"Tersangka GC, sekaligus yang bertanggung jawab semuanya di lokasi itu, mendapat gaji Rp 12 juta per bulan. Sementara itu, owner-nya dua orang dapat pembagian, tersangka GG 43 persen dari untung per bulan, sisanya tersangka HI (buron) 57 persen," bebernya.
(cim/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed