DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 17:08 WIB

Andi Narogong Pernah Minta Dibuatkan Invoice Penerimaan Uang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Andi Narogong Pernah Minta Dibuatkan Invoice Penerimaan Uang Kakak Andi Narogong, Dedi Priyono/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kakak Andi Narogong, Dedi Priyono, mengakui melakukan transfer uang ke pengusaha PT Medisis Solutions Muda Ikhsan Harahap. Namun, rupanya uang itu hanya mampir dan kembali ditransfer ke rekening lain.

Dedi mengakui mentransfer uang senilai USD 1,5 juta ke Ikhsan untuk modal membuka restoran di Singapura. Dedi mengakui pada 13 Desember 2011 meminta Ikhsan untuk mengirimkan uang senilai USD 50 ribu ke seseorang di Orchard Road, Singapura.

"Saya lupa. Mungkin pernah. Waduh Saya lupa izin pak," kata Dedi saat bersaksi untuk Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).

Dedi mengaku lupa siapa orang yang menerima uang USD 50 ribu dari Ikhsan itu. Dedi menyebut uang itu milik Andi Narogong.

Jaksa juga menyebut jika 24 Februari 2012, Ikhsan diminta mengambil uang sejumlah USD 23 ribu dari PT Noah Arkindo. "Betul, cuma atas perintah Pak Andi aja," kata Dedi.

Jaksa kemudian merinci pada 12 Maret 2012, Dedi pernah memerintahkan Ikhsan untuk mentransfer USD 700 ribu ke rekening CV Sinar Berlian Pratama. Dedi menyebut CV Sinar Berlian merupakan salah satu perusahaan milik Andi.

Tak hanya itu, jaksa juga mencatat Dedi dalam rentang Maret-September 2012 kembali meminta Ikhsan untuk mentransfer uang. Misalnya pada 12 Agustus senilai USD 99.040 dan 12 September USD 40.420.

"Saudara dua kali perintahkan Ikhsan memberikan uang ke Vidi, 12 Agustus senilai USD 99.040 dan 12 September USD 40.420. Betul?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Dedi.

Dedi menyebut uang itu milik Andi Narogong dan tidak tahu menahu asal uang tersebut. Andi dan Ikhsan memang berencana membuat bisnis restoran.

"Rencana gitu. Restoran sama ekspor impor. Tapi akhirnya dibatalkan, karena tempatnya sudah diambil orang," ucapnya.

Dedi juga mengakui pernah bertemu Ikhsan di Cibubur. Pertemuan itu menurutnya untuk meminta tanda tangan administrasi pajak.

"Pernah tanda tangan administrasi pajak saya nggak paham deh," jelasnya.

Namun, jaksa menyebut pada pertemuan itu Dedi meminta Ikhsan untuk menandatangani invoice terkait pengiriman uang. Dedi akhirnya mengakui hal itu.

"Saudara seolah-olah meminta Muda Ikhsan untuk menandatangani invoice pengiriman uang," tanya jaksa.

"Bener, yang nyuruh Pak Andi," jawab Dedi.

"Anda abangnya masa diperintah," tanya jaksa.

"Abang kan belum tentu bisa memerintah," kata Dedi.


(ams/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed