DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 14:50 WIB

Bicara soal Pilpres 2019, PKS: Calon Harus Berkualitas

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Bicara soal Pilpres 2019, PKS: Calon Harus Berkualitas Hidayat Nur Wahid (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Survei Indikator Politik Indonesia menempatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi yang terdepan untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. PKS mempertanyakan survei yang menjagokan eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan banyak pihak yang mempertanyakan kredibilitas dan independensi lembaga survei. Meski demikian, Hidayat menghormati hasil survei dengan menyebut itu bagian dari demokrasi.

"Saya berharap ini menjadi bagian publik melihatnya secara proporsional dan profesional. Tentu capres maupun cawapres posisi yang amat dipentingkan, kita tentu menjadi bagian yang harus mencermati agar kemudian kita meningkatkan kualitas demokrasi kita dan keindonesiaan kita melalui hadirnya lembaga survei yang betul-betul berkualitas dan calon-calon yang memang betul berkualitas," ujar Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/10/2017).


Hidayat enggan mengomentari sosok Ahok yang unggul dalam bursa cawapres. Namun dia yakin masyarakat dapat menilai sendiri.

"Nggaklah, saya nggak ngomentarin dia, saya hanya mengomentari survei itu posisinya kayak begitu. Tentang dia kayak apa, silakan rakyat menilai," jelas Hidayat.

Dia juga enggan berspekulasi apakah Ahok sengaja dimunculkan kembali ke publik oleh pihak tertentu yang tak puas terhadap hasil Pilkada DKI 2017. Hidayat juga mengaku belum mendapat info soal responden survei.

"Ya kita nggak tahu survei itu respondennya siapa, tapi ya rasional saja kalau kemarin pendukung Ahok tentu ingin tetap mendukung dia dan kemudian karenanya tetap memenangkan dia dalam survei apa pun. Dan kemudian karenanya, dia akan ada di posisi terbaik menurut yang mencintai Ahok," ucap Wakil Ketua MPR itu.


Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dan melibatkan responden sebanyak 1.220 orang. Margin of error survei ini +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Menurut peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, pihaknya memberikan pertanyaan siapa yang paling pantas menjadi wapres Jokowi pada Pilpres 2019. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan 16 persen suara responden, Gatot Nurmantyo 10%, Ridwan Kamil 8%, Sri Mulyani Indrawati 7%, Tri Rismaharini 5%, Tito Karnavian 4%, dan Mahfud MD 3%. Sebanyak 34 persen memilih jawaban tidak menjawab dan tidak tahu.

Namun, ketika dikecurutkan menjadi 8 nama bakal cawapres, dukungan terhadap Ahok relatif tidak bertambah. Delapan nama itu adalah Ahok (17%), Gatot Nurmantyo (14%), Ridwan Kamil (11%), Sri Mulyani (9%), Tri Rismaharini (8%), Tito Karnavian (6%), Puan Maharani (2%), dan Luhut Binsar Panjaitan (1%).
(gbr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed