DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 11:30 WIB

Sedang di Singapura, Menhub Budi Tak Penuhi Panggilan KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Sedang di Singapura, Menhub Budi Tak Penuhi Panggilan KPK Foto: Menhub Budi Karya (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono. Sebab, Budi sedang berada di Singapura.

"Saat ini posisi Pak Menteri Perhubungan sedang memimpin delegasi pertemuan Industrial Meeting Menteri Transportasi se-ASEAN di Singapura. Jadi itu sudah terjadwal lama dan itu mewakili delegasi Pemerintah Indonesia," kata Kabiro Komunikasi Kemenhub Baitul Ihwan saat dihubungi, Jumat (13/10/2017).

Namun, Ihwan belum dapat memastikan apakah Budi sudah mengirimkan izin ketidakhadiran kepada KPK. Pihaknya akan memastikan lebih dulu.

"Coba nanti kita cek ya (izinnya sudah dikirim atau belum)," imbuhnya.


Dalam pemanggilan hari ini, Budi sedianya akan diminta keterangan atas tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan. Adiputra adalah terduga pemberi suap terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, terhadap Tonny. Mereka diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8).

KPK mengamankan 33 tas berisi uang dengan berbagai jenis mata uang dengan total Rp 18,9 miliar. Ada 7 mata uang, yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), poundsterling (GBP), dong Vietnam (VND), euro, ringgit Malaysia (RM), dan rupiah (IDR).

Selain itu, KPK mengamankan empat kartu ATM yang salah satunya tersisa saldo Rp 1,174 miliar. ATM itu disiapkan untuk membayar 'setoran' kepada Tonny. Total Rp 20 miliar ini merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam penggeledahan terakhir, diamankan sekitar 50 barang yang terdiri dari keris, tombak, dan batu cincin dari mes perwira Ditjen Hubla Bahtera Suaka, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, terkait gratifikasi.


(nif/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed