DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 10:28 WIB

Mengingat Lagi Janji Anies-Sandi ke Warga Kampung Akuarium

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Mengingat Lagi Janji Anies-Sandi ke Warga Kampung Akuarium Spanduk Anies-Sandi yang pernah terpasang di Kampung Akuarium. (Rengga Sancaya/detikcom)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Jakarta - Tenda-tenda pengungsi warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah tegak berdiri pada awal 2017. Datanglah kemudian sosok yang sudah tak asing lagi di panggung nasional, Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya prihatin atas nasib Saudara-saudara, mudah-mudahan terus tabah dan terus berusaha mencari jalan keluarnya," kata Prabowo kepada warga, Sabtu (7/1/2017).

Anies Baswedan saat naik perahu di Kampung Akuarium.Anies Baswedan saat naik perahu di Kampung Akuarium. (Tim Anies-Sandi Media Center)


Prabowo, yang mengenakan kemeja cokelat khasnya, tak sendirian. Dia didampingi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang saat itu tengah berkontestasi dalam perhelatan politik DKI Jakarta.

"Saya yakin mereka orang baik yang tidak akan menggusur orang lain, tapi akan mengayomi dan menyejahterakan rakyat," ujar Prabowo seraya menunjuk Anies dan Sandi.

Anies dan Sandi bukanlah sosok yang benar-benar baru di panggung politik. Tetapi mungkin mereka dianggap membawa harapan baru bagi warga Kampung Akuarium.

"Kami mendengar harapan warga, mereka ingin jadi bagian dari pembangunan dengan pemerintah," ujar Sandiaga hari itu juga.

Warga Kampung Akuarium memang akan direlokasi oleh Gubernur DKI Jakarta yang menjabat saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang juga rival Anies-Sandi. Mereka telah disediakan rumah susun dan lokasi yang awalnya mereka tempati akan menjadi tanggul guna menghalau banjir rob. Namun Anies berniat menyanggah rencana itu. Anies merasa rencana Ahok saat itu tidak memenuhi asas keadilan.

"Mana yang untuk kepentingan politik dan mana yang bukan untuk kepentingan politik. Semua rencana itu harus sesuai dengan prinsip keadilan," kata Anies.

Warga Kampung Akuarium digusur pada April 2016. Rencananya, Pemprov DKI akan membuat tanggul setinggi 3,5 meter untuk menghalangi rob di kampung tersebut. Proyek ini akan menggunakan lahan seluas 10-12 hektare. Namun warga bertahan di Kampung Akuarium. Mereka membangun rumah semipermanen seusai penggusuran. Ada sebagian warga yang pindah ke Rusun Marunda, Rusun Cakung, Rusun Rawa Bebek, dan Rusun Kapuk Muara.

Sebulan kemudian atau pada 7 Februari 2017, Anies kembali ke Kampung Akuarium. Kali ini dia naik perahu untuk melihat tembok laut.
Anies-Sandi saat di Kampung Akuarium.Anies-Sandi saat di Kampung Akuarium. (Tim Anies-Sandi Media Center)

"Rusunnya jauh, Pak. Selain itu, kita digusur nggak dikasih sepeser pun. Untuk pindah rusun kami harus bayar," kata seorang ibu kepada Anies saat itu.

Pilgub DKI 2017 berlangsung 2 putaran dan menghadapkan Anies-Sandi dengan Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Pada putaran kedua, suara Kampung Akuarium mutlak untuk Anies-Sandi.

Meski sudah menang, Gubernur DKI saat itu masih Ahok. Program relokasi Kampung Akuarium pun dilanjutkan. Warga Kampung Akuarium tetap akan direlokasi.

Sandiaga lalu menyarankan Ahok mempertimbangkan kembali niat itu. Dia mengaku sudah menyiapkan program untuk warga Kampung Akuarium setelah dilantik nantinya.

Pada Mei 2017, Anies-Sandi mengumumkan rencana program 100 hari mereka. Warga Kampung Akuarium menjadi yang pertama akan dikunjungi oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih itu.

Pada akhir Mei 2017, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan program usulan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sudah sinkron dengan program yang sedang dijalankan Pemprov DKI. Ada Rp 350 juta untuk Community Action Plan bagi warga Kampung Akuarium.

Kini, menjelang pelantikan Anies dan Sandi, warga Kampung Akuarium hendak menagih janji. Tentu saja mereka tak mudah lupa akan janji-janji di masa kampanye.

"Berharap juga ke Pak Anies-Sandi. Saya percaya karena kita sudah ada kontrak politik. Dia janji tidak akan ada penggusuran, tapi ada penataan," ujar seorang warga Kampung Akuarium, Sumiati (32), kepada detikcom di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (12/10).

Sumiati mengaku keberatan atas biaya di rumah susun. Wanita beranak 5 ini mengaku menunggak iuran rumah susun.

Tak hanya soal kembali ke Kampung Akuarium, warga juga meminta legalitas lahan. Tokoh masyarakat Kampung Akuarium menyatakan dengan tegas, jika tak ada legalitas, janji hanyalah janji bohong semata.
Kampung Akuarium kini.Kampung Akuarium kini. (Nur Indah Fatmawati/detikcom)

"Yang kami butuhkan legalitas. Kalau mereka menyetujui tapi tidak ada legalitas, sama saja bohong," ujar koordinator warga Kampung Akuarium, Dharma Diani, kepada detikcom pada hari yang sama.

Yang paling diingat warga saat kampanye Anies-Sandi adalah menata perkampungan warga dengan tidak menggusur. Kini mereka berharap penataan kawasan yang telah diratakan alat berat menjadi permukiman yang kembali layak dihuni.

"Selama ini jawaban dari awal kampanye komitmennya sama, menata bukan menggusur, menyelamatkan kampungnya, bukan meniadakan kampung," kata Diani.

Mampukah Anies dan Sandi memenuhi janji-janji mereka untuk warga Kampung Akuarium?
(bag/tor)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed