DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 09:44 WIB

Laporan Dari London

Wapres JK Bertemu Menlu Inggris di London, Apa yang Dibahas?

Rina Atriana - detikNews
Wapres JK Bertemu Menlu Inggris di London, Apa yang Dibahas? Wapres Jusuf Kalla (JK) di London (Foto: Rina Atriana/detikcom)
London - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup di Lancaster House, London.

JK mengatakan, pertemuan dengan Boris bukanlah yang pertama. Boris sebagai salah satu pelopor Brexit, disebutkan JK sedang mencari peluang kerja sama baru di luar Uni Eropa.

"Boris ini atara lain pelopornya kan pada saat dia Wali Kota London. Tentu dia mencari peluang yang baru, salah satu peluang yang besar, sangat penting bagi dia, Inggris ini, membina hubungan bilateral antara negara-negara seperti ASEAN dan lain-lain," kata JK ditemui di Berton, London, Kamis (12/10/2017).

Boris menemui JK seusai menghadiri resepsi ASEAN 50 di Lancaster House. Kala itu JK sudah hendak meninggalkan Lancaster House sebelum akhirnya Boris tiba-tiba hadir.

Selain Boris, hadir pula dalam pertemuan tersebut Menteri Inggris untuk Asia Pasifik Richard Graham, Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Mark Fields, dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Kepada Boris, JK juga menyampaikan mengenai keadaan Indonesia yang relatif lebih aman dibanding negara-negara ASEAN lain.

Dalam pertemuan yang berlangsung tak lebih dari 30 menit tersebut, JK menyebut Boris ingin hubungan Inggris-Indonesia terjalin lebih erat lagi.

"Dia inginkan lebih erat lah, hubungan kita lebih mendalam. Kamu bisa kirim misi dagang yang lebih besar dan juga melihat kesempatan investasi, industri, perdagangan, mereka sangat setuju," tutur JK.

Menurut JK, ia telah menyampaikan kepada Boris dalam acara resepsi ASEAN 50 tentang jumlah penduduk ASEAN yang mencapai 600 juta. Penduduk Eropa sendiri tak lebih banyak, atau sekitar 400 juta.

"ASEAN 600 juta, Indonesia terbesar. Jadi Anda (Boris) perlu membina hubungan yang lebih baik, termasuk investasi. Oleh karena itu dia akan mengajak pengusaha Inggris untuk betul-betul serius dalam perdagangan dan investasi di ASEAN ini," tutur JK.

"Pertemuan seperti ini (ASEAN 50) sangat penting bagi mereka. Jarang bagi mereka bertiga hadir di pertemuan seperti ini," lanjutnya.

JK menambahkan, turis Eropa terbanyak yang datang ke Indonesia berasal dari Inggris. JK pun ingin penerbangan maskapai plat merah Garuda Indonesia bisa melayani penerbangan setiap hari ke sana.

"Jadi dari 3 (hari) menjadi 5 hari. Harus ditingkatkan menjadi per hari, baru bisa lanjut," imbuh JK.
(rna/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed