DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 18:32 WIB

Pengacara Harap First Travel Tak Dipailitkan

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Pengacara Harap First Travel Tak Dipailitkan Korban First Travel Kembali Datangi DPR Minta Kejelasan Nasib (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Pengacara First Travel Riesqi Rahmadiyansyah tetap berharap agar para korban tidak melakukan gugatan pailit pada First Travel. Dengan tidak malu, Riesqi mengatakan bila First Travel pailit maka para korban hanya mendapatkan kotoran saja.

"Ketika nanti pailit, ada yang namanya kreditor preference, separatis dan kongkuren. Nah, jemaah posisinya dimana? Di kongkuren. Nah kalau tadi saya bilang, mohon maaf, itu hanya kotoran yang didapat. Karena aset pertama dibagi ke preference, aset kedua dibagi ke separatis. Separatis itu yang memegang hak tanggungan. Sedangkan semua asetnya sudah dijaminkan," kata Riesqi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).





Dia lantas melakukan hitung-hitungan berapa kira-kita uang yang bisa diterima oleh para korban First Travel, bila perusahaan tersebut pailit. Menurutnya, uang yang akan diterima korban akan sangat kecil. Bahkan, dia menyebut uang tersebut tidak cukup untuk membeli tiket ke Dunia Fantasi (Dufan).

"Kalau Rp 10 miliar bagi 59 ribu (jemaah)? Masuk Dufan pun nggak cukup, nggak sampai Rp 1 juta. (Mungkin sekitar) Rp 200 ribu (per jemaah)," ucap Riesqi.

"Lebih baik jemaah saya voting untuk menyatakan menolak pailit dan menerima proposal (perdamaian)," tambahnya.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR ingin sidang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) memutuskan status biro perjalanan First Travel tidak dipailitkan. Alasannya, calon jemaah First Travel akan dirugikan.

"Jadi, ini kami namakan sebuah tragedi penipuan terjahat. Oleh karena itu yang terkait dengan First Travel kita sudah sampaikan, jangan sampai putusan dipailitkan. Kalau putusan dipailitkan, yang rugi adalah jemaah," ujar Wakil Ketua Komisi VIII Noor Achmad di gedung DPR.

Hal ini disampaikan seusai audiensi dengan jemaah korban First Travel di DPR. Jika putusan mempailitkan First Travel, maka perusahaan tak akan bisa mengembalikan uang kepada para calon jemaah.
(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed