Korban bernama Ateng (45) dan Jupri (30) asal Desa Baru yang hanyut ketika ratusan orang turun ke dalam bendungan untuk mencari ikan dalam kegiatan yang disebut 'bedolan'.
Dari informasi yang dihimpun, saat itu Ateng bersama Jupri mencari ikan di salah satu kanal bendungan. Keduanya kemudian hanyut terbawa arus karena 8 pintu air Bendungan Pamarayan dibuka untuk dikuras.
Saat itu, warga kemudian mencoba menyelamatkan keduanya. Korban atas nama Jupri dapat diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Pamarayan. Sedangkan Ateng terbawa arus dan sampai saat ini belum ditemukan.
"Satu orang lagi dalam pencairan," kata Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Serang Juhardi saat dikonfirmasi detikcom, Cikeusal, Serang, Kamis (12/10/2017).
Menurutnya, saat ini tim reaksi cepat BPBD Serang masing melakukan pencarian korban atas nama Ateng yang terbawa hanyut arus.
Tradisi Bedolan Bendungan Pamarayan sendiri merupakan kegiatan di Kabupaten Serang. Terakhir, bendungan ini dikuras pada tahun 2008 lalu. Rencananya, setiap tahun bendungan ini akan dikuras selain untuk pemeliharaan dan penyeragaman masa tanam, juga untuk menarik wisatawan lewat Festival Bedolan Pamarayan.
"Bedolan (pengurasan) ini untuk penyeragaman masa tanam petani, kan airnya masuk ke sawah-sawah melakui aliran irigasi," kata Hermanto, Kepala UPTD Bendungan Pamarayan. (bri/fay)











































