DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 15:16 WIB

Tipu Warga, Petugas PLN Gadungan Ditangkap Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Tipu Warga, Petugas PLN Gadungan Ditangkap Polisi Polisi menangkap petugas PLN gadungan. (Amel/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap pelaku penipuan yang mengaku-aku sebagai petugas PLN (Perusahaan Listrik Negara). Dalam aksinya, tersangka Dirman (31) menawarkan mutasi meteran listrik lama ke sistem token.

Kanit II Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Indra Ranudikarta mengatakan kasus ini diungkap setelah mendapatkan laporan dari pihak PLN. Polisi kemudian menyelidiki kasus itu hingga berhasil menangkap pelaku di Jl Melati Kosan, Pondok Mede, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur.

"Modus operandi pelaku itu, pertama, pelaku survei ke rumah-rumah yang kilometerannya masih lama," kata Indra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Pelaku kemudian mendatangi rumah warga tersebut dengan bekal surat perintah penugasan dan ID petugas PLN yang palsu. Pelaku lalu menawari warga mengganti meteran lama dengan sistem token.

"Dengan iming-iming biaya administrasi sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 1,5 juta," imbuhnya.

Agar korban lebih percaya, pelaku memberikan kuitansi bukti pembayaran kepada korban dan menjanjikan penggantian dilakukan secepatnya. Pelaku diketahui sudah melakukan aksinya di 18 TKP di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Lebih jauh, Indra mengatakan pelaku melakukan modus tersebut dengan mempelajarinya lewat internet.

"Tersangka mempelajarinya lewat koran maupun internet," ucap Indra.

Terkait hal itu, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan mengatakan pihaknya tidak pernah menjual kotak token.

"Kami juga tidak pernah menjual apa pun, baik berupa peralatan untuk menghemat atau boks kWh meter, itu bukan dari PLN," kata Ikhsan.

Ia juga memastikan PLN tidak pernah melakukan transaksi di rumah pelanggan. "PLN tidak pernah memberikan tugas atau transaksi di rumah pelanggan," ucap Ikhsan.

Ia menambahkan PLN melayani mutasi kWh secara gratis. "Jika ada pelanggan yang mau migrasi ke pascabayar itu gratis, (biaya awal) hanya untuk beli token, beli pulsa itu Rp 20 ribu," ungkapnya.

Masyarakat diimbau bertanya lebih dulu kepada pihak PLN apabila ada kecurigaan.

"Jika ada hal-hal seperti ini, maka segera laporkan ke PLN 123. Kalau dari seluler 021-123, ini perlu sekali karena dampaknya nanti banyak masyarakat yang dirugikan. Padahal kami tidak ingin merugikan masyarakat," tutur Ikhsan.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed