"Saya harapkan aparat keamanan segera menindaklanjuti. Harus ditangkap itu, karena mereka buat ricuh," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Arief M Edie kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).
Terkait penyerangan, polisi menangkap 15 orang. Namun Arief menyebut ada lebih dari 15 orang yang terlibat dalam penyerangan yang merusak bangunan serta sejumlah mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca penyerangan, Kemendagri akan memperketat izin konsultasi masyarakat. Kemendagri dipastikan tetap terbuka namun dengan pengawasan yang ditingkatkan.
"Kami kan memang sifatnya kementerian yang terbuka untuk semua masyarakat yang ingin berkonsultasi. Tapi karena kejadian ini akan lebih ketat lagi. Yang tidak membawa surat tugas ya tidak kita perbolehkan untuk masuk," sebut Arief.
Penyerangan yang diduga dilakukan terkait dengan demo sengketa Pilkada Tolikara, Papua menyisakan kerusakan di sejumlah bagian bangunan Kemendagri.
Dari pantauan, ada 5 kaca di gedung D yang pecah akibat penyerangan yang belum diperbaiki. Di samping gedung juga terparkir mobil hitam yang sebagian kacanya tertutup sisa-sisa tanah dari pot tanaman.
Tampak juga pintu kaca perpustakaan yang pecah dan ditutupi lakban dan styrofoam.
(fdn/fdn)











































