DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 12:52 WIB

Komunitas Halal Mengadu ke MUI soal Imunisasi Rubella

Faiq Hidayat - detikNews
Komunitas Halal Mengadu ke MUI soal Imunisasi Rubella Sejumlah masyarakat dari berbagai komunitas halal mendatangi MUI terkait imunisasi measles rubella (MR). (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Sejumlah orang dari berbagai komunitas halal mendatangi MUI terkait imunisasi measles rubella (MR). Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF menyatakan pihaknya belum mengeluarkan fatwa halal tentang imunisasi MR.

"Fatwa kehalalan vaksin (imunisasi MR) jelas belum ada. Proses penelitian kehalalan belum tuntas, belum dilaporkan Bio Farma ke MUI," ujar Hasanuddin dalam audiensi di kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Komunitas Halal Mengadu ke MUI Soal Imunisasi RubellaMasyarakat dari berbagai komunitas halal mendatangi MUI terkait imunisasi measles rubella (MR). (Faiq Hidayat/detikcom)

Namun, menurut Hasanuddin, proses vaksin imunisasi MR terus berjalan meski belum ada fatwa halal. Dalam laporan yang diterimanya, kata Hasanuddin, masyarakat juga dipaksa melakukan imunisasi MR ini.

"Di lapangan jalan terus, ada indikasi laporan ada pemaksaan program ini, sementara masyarakat resistensi karena belum tahu vaksin ini," jelas Hasanuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua My Halal Kitchen Meili Amalia mengeluhkan program imunisasi MR yang memaksa masyarakat mengikuti imunisasi vaksin tersebut. Bahkan beberapa sekolah didata ulang oleh Dinas Kesehatan agar anak-anak diberi imunisasi MR di rumah masing-masing.

"Ini program pemerintah sangat lebih memaksakan ketimbang program vaksin lain. Setelah program pertama lewat bulan Agustus dilakukan pendataan ulang lagi bahwa ada surat pernyataan kalau belum mengikuti di sekolah akan dikejar di rumah," ujar Meilia.

Menurut Meilia, beberapa orang tua tidak menolak program imunisasi MR, namun vaksin ini belum memiliki sertifikasi halal dari MUI. Di Bekasi, menurut dia, Dinas Kesehatan melakukan pendataan ulang dengan mengajak MUI wilayah Bekasi.

"Ini kami pertanyakan sikap MUI, mereka Dinkes dengan orang tua beragumen belum sertifikat halal, bahwa vaksin diperbolehkan. Di Bekasi membawa MUI Bekasi turut serta justifikasi mereka," kata Meilia.

Senada dengan Meilia, pendiri Halal Corner, Aisha Maharani, meminta MUI bersikap tegas terhadap Kementerian Kesehatan mengenai imunisasi MR ini. Ada beberapa bukti bahwa masyarakat yang tidak melakukan imunisasi MR akan dipaksa.

"Anak saya dipanggil ulang pihak sekolah karena belum divaksin. Mereka di-sweeping dan dipaksa untuk vaksin, yang belum harus divaksin," ucap Aisyah.

Aisyah mencatat ada 24 kejadian pascaimunisasi, dari cacat hingga meninggal dunia. Karena itu, ia menilai perlu sertifikasi halal dari MUI. Tujuannya, masyarakat tidak lagi resah atau takut terhadap imunisasi MR.

"Saya mengumpulkan 24 kejadian pascaimunisasi dari cacat sampai meninggal dunia. Kami minta MUI bertindak tegas ke Kementerian Kesehatan, dari Facebook ada yang menyatakan imunisasi MR sudah halal dari MUI," jelas Aisyah.
(fai/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed