Kasus Guru Pukul Siswa di Pangkalpinang Berakhir Damai

Deni Wahyono - detikNews
Kamis, 12 Okt 2017 12:13 WIB
Bunda Paud Kota Pangkalpinang Desy Ayu Trisna Irwansyah /Foto: Deni Wahyono/detikcom
Pangkalpinang - Kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP di Pangklalpinang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Siswa yang diduga dipukul oknum guru kondisinya masih terbaring lemas di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah Pangklalpinang.

Bunda Paud Kota Pangkalpinang Desy Ayu Trisna Irwansyah datang menjenguk siswa yang lagi dirawat tersebut.

"Saya datang sebagai ibu atau Bunda Paud, menjenguk siswa yang lagi dirawat," jelas Desy, Rabu (11/10/2017).

Terkait kasus dugaan pemukulan siswa yang dilakukan oknum guru, istri Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah ini berharap agar masyarakat bersama-sama bisa menahan emosi dan mengontrol diri.

"Kita harus bijaksana menghadapi kasus ini, karena dua-duanya juga sama-sama punya salah sebenarnya. Ada sebab dan ada akibatnya," ujarnya.


Kita doakan anak ini cepat sehat dan pulih terlebih dahulu. Lalu selanjutnya akan kita serahkan ke pihak yang berwenang.

"Kepala sekolah sudah datang ke keluarga untuk meminta maaf, sedangkan guru yang bersangkutan masih shock, dirinya juga tidak menyangka akan seperti ini. Intinya segera diselesaikan dengan pihak yang terkait," tambahnya.

Sementara itu, M Kadar Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Pangklalpinang yang juga menjenguk siswanya mengatakan, bahwa kejadian yang dialami guru bersangkutan berlangsung sudah beberapa hari lalu. Ketika sang guru ini mengajar di kelas, anak-anak sering bergurau tentang nama si guru.

"Untuk kejadian hari ini, anak ini yang mengaku memanggil nama guru saat melintas di depan ruang kelas. Kalau hari sebelumnya tidak tahu dia atau bukan," ujar Kadar menirukan oknum guru yang diduga melakukan pemukulan.

Setelah mengaku, menurut Kadar, pipi korban ini dicolek. Lalu ketika korban menghindar, kepalanya terbentur dinding.

"Setelah kebentur lalu dibawa ke UKS, lalu ibunya datang dan bilang kalau anak ini kena marah. Kelakuan kaya gini (gurunya)," paparnya.

Korban mengaku paginya memang sedang sakit bisulan, jadi kondisi tubuhnya panas. Mendengar informasi dari ibunya, korban diminta segera ke puskesmas.

"Setelah dibawa ke Puskesmas dan tidak ada rujukan dari petugasnya sehingga dibawa pulang. Setelah pulang ibu dan guru yang bersangkutan ke sekolah lagi mereka saya damaikan saling bersalaman, dan saya sebagai pimpinan di sekolah saya juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Apabila terjadi apa-apa pada anak ini kami siap bertanggung jawab," jelas Kadar.

Sementara itu hasil pemeriksaan dokter, kondisi korban stabil, namun masih lemas karena pasca kejadian perutnya belum terisi makanan. Untuk luka, tidak ada yang serius setelah dilakukan pemeriksaan dokter. (ega/nwy)