DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 06:35 WIB

Banyak 'Hantu' di Rapat DPR, Ini Kata MKD

Aditya Mardiastuti - detikNews
Banyak Hantu di Rapat DPR, Ini Kata MKD Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut ketidakhadiran anggota dewan pada rapat Komisi VI DPR dengan PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan perbankan bukan tanpa alasan. Dasco mengatakan banyak anggota dewan yang harus merangkap jabatan sehingga terkadang harus menghadiri kegiatan yang berbeda di waktu yang sama.

"Kan anggota DPR itu susah waktunya, ada acara di komisi, tapi ada kegiatan. Gua kan suka gitu, rapat sebentar balik lagi. Karena biasa itu memang kadang-kadang anggota dewan membagi waktu dengan komisi," kata Dasco saat dihubungi Rabu (11/10/2017).

Dasco mengatakan pimpinan rapat tidak akan mungkin memulai rapat jika tidak kuorum. Soal banyaknya tanda tangan absensi namun kursi kosong, dia menduga anggota dewan sudah izin sebelumnya untuk tidak menghadiri rapat.

"Kalau sampai pimpinan komisi (memulai rapat) nggak mungkin menjalankan kalau tidak kuorum. Rapat itu jadi (anggota) sudah dateng, dia izin, kuorum, gitu. Walau orangnya nggak ada, pasti sudah izin," terangnya.



Dasco menambahkan sesuai aturan tata tertib DPR, anggota dewan diizinkan untuk absen atau tidak mengikuti rapat sebanyak 40 persen. Dia pun tidak menyarankan agar anggota dewan hanya menitipkan absen.

"MKD masa ngurusi begitu (absensi), capek dong. Kalau dia nggak datang, dia nggak usah titip (absen) begitu. Di tatib ada aturan 40% absen di sidang komisi atau paripurna atau izin. Jadi sebenarnya nggak usah titip-titip absen," jelas Dasco.

Sebelumnya diberitakan, banyak 'hantu' saat rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan perbankan. Pasalnya banyak kursi kosong anggota DPR karena yang hadir hanya 9 orang dalam rapat tersebut Pdahal dalam absensi rapat tercantum 22 tanda tangan anggota dari total 49 anggota Komisi VI DPR RI.

Rapat itu membahas diberlakukannya pembayaran non tunai alias e-Toll serta dampak yang ditimbulkannya. Rapat juga sekaligus membahas kesiapan elektronifikasi pembayaran di jalan tol.

Rapat yang dipimpin oleh Azam Azman Natawijaya ini dihadiri juga oleh sejumlah direksi bank antara lain Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Randi Anto, Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Budi Satria, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Suwignyo Budiman, dan Direktur PT Bank Mandiri Tbk Rico Usthavia Frans.

Selain perbankan, rapat juga dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, dan Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan.
(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed