"Pertama, perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat bagi kemakmuran dan pembangunan ekonomi," kata JK dalam sambutannya di Lancester House, London, Rabu (11/10/2017).
"Selama 50 tahun terakhir, ASEAN telah mencapai perdamaian dan stabilitas yang relatif, yang memungkinkannya mengejar keberhasilan ekonominya. Ini telah menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat dengan pertumbuhan rata-rata di atas dunia," jelasnya.
PARALLAX IN DETAIL
300x250
300x250
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin kedua untuk pemetaan hubungan ASEAN-Inggris, menurut JK, Inggris telah memiliki kerja sama perdagangan yang sudah berlangsung lama dengan kawasan ini. Bahkan sebelum kunjungan Perdana Menteri David Cameron ke beberapa negara ASEAN pada 2015, pedagang Inggris telah melakukan perdagangan dengan masyarakat di Asia Tenggara.
"Ketiga, kita harus mulai mencari jalan ke depan untuk kerja sama ASEAN-Inggris. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menanamkan tenaga kepada pejabat pemerintah Inggris dan juga masyarakatnya bahwa ada banyak kesempatan dalam hubungan ASEAN dan Inggris dalam area kerja sama yang luas," tuturnya.
JK menambahkan, kedua belah pihak harus menstimulasi kontak bisnis agar bisa dilihat potensi ekonomi yang sebenarnya.
"Ini mungkin termasuk; mengirim lebih banyak misi dagang, membuka lebih banyak penerbangan langsung dari wilayah tersebut ke Inggris, meningkatkan kontak orang ke orang, dan mendorong lebih banyak kontak antara pemerintah dari kedua belah pihak untuk mendukung upaya tersebut," jelas JK.
"Saya harap kedua negara ASEAN dan Inggris dapat memanfaatkan hal ini, untuk memastikan bahwa kita memanfaatkan momentum tersebut dan membawa kemakmuran terus bagi kita semua," pungkasnya.
(rna/cim)
