"Kita sadar diri, untuk Jatim ini calon wagub harus dari kalangan yang muda. Dari mereka yang punya basis. Kalau Khofifah sudah dari Tapal Kuda, mungkin dari Mataraman. Kalau kita lihat ada sosok Bupati Trenggalek Emil Dardak," ujar Arwani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atau mungkin tokoh muda yang bisa mendorong lebih cepat lagi Khofifah untuk melakukan terobosan di Jatim," ucapnya.
"Kita coba untuk bisa diusung bersama. Kami nggak melihat dari mana dia. Ada juga kader dari internal Pak Musyaffa'. Monggo seperti apa nanti," lanjutnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan dua alasan PPP mempertimbangkan mengusung Khofifah di Pilgub Jatim. Salah satunya ingin mengejar ketertinggalan kursi PPP di Jatim.
"Yang pertama, tentu kami melihat bahwa ada strategi yang dipertimbangkan PPP untuk mengembangkan partai. Lalu Khofifah mampu meningkatkan taraf perekonomian dan mengembangkan infrastruktur di Jatim," terangnya.
"Tujuan kita kontentasi di pilkada melahirkan sebuah kepemimpinan yang bisa meningkatkan kesejahteraan," pungkas Arwani. (lkw/ams)











































