Wayang potret itu ada lima, yaitu rupa Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelahnya Ketum Gerindra Prabowo Subianto, lalu Presiden RI ke-2 Soeharto, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menceritakan awal mula adanya wayang potret tersebut di ruangannya. Ia mengatakan wayang potret yang dibikin pertama kali adalah rupa Jokowi pada 2012. Kala itu Gerindra mengusung Jokowi menjadi Gubernur DKI berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima wayang potret di ruang kerja Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Lukita/detikcom) |
Setelah itu, Fadli juga membuat wayang potret wajah Prabowo, Soeharto, Nelson Mandela, dan Obama. Namun kala itu Obama telah lengser dari kursi Presiden Amerika Serikat dan digantikan Donald Trump, sehingga Fadli sengaja memesan kembali.
"Saya buat wayang potret Pak Prabowo, kemudian ada Pak Harto, ada Nelson Mandela karena saya juga pengagum Nelson Mandela. Nah, yang terakhir sebenarnya di sebelah situ (sambil menunjuk ke arah wayang) ada Obama. Tapi karena Presiden Amerika ganti, saya pesen juga Donald Trump," terangnya.
"Tapi sebenarnya yang Donald Trump sudah lama sih, sebelum dia jadi presiden," lanjutnya.
Tepat di belakang wayang potret tersebut ada wayang Pandawa Lima, yang merupakan tokoh hebat di Mahabarata. Namun Fadli menyebut tidak ada maksud untuk menyamakan kelima tokoh tersebut dengan Pandawa Lima.
"Sebenarnya itu kan di belakang itu Pandawa Lima, jadi sebenarnya nggak ada kaitannya ya, jaraknya paslah. Jadi saya masukin saja di situ," ucapnya.
Dia juga berharap Prabowo bisa menjadi presiden wayang-wayang potret yang disejajarkan dengan dia. Selain wayang itu, ada lukisan wajah Prabowo yang dibuat dari kulit telur.
"Oh iya, dong (berharap Prabowo jadi presiden juga). Itu kan saya taruh juga lukisannya (Prabowo). Itu lukisan telur dari kulit telur. Sudah lama ini, jauh sebelum pilpres," ungkap Fadli.
Fadli menceritakan ada seorang seniman yang bernama Yudha yang menawarkan lukisan tersebut kepadanya. Ia menyebut hasil karya seniman tersebut juga sudah masuk ke media luar ternama, seperti Reuters.
"Jadi ada seniman, kalau nggak salah namanya Pak Yudha, pernah masuk Reuters juga. Itu dia menawarkan lukisan jadi ke saya, ya sudah saya beli. Jadi warna asli itu dari kulit telur, jadi dibikin mozaik gitu," tutur Fadli. (lkw/idh)












































Lima wayang potret di ruang kerja Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Lukita/detikcom)