Mahasiswa Bakar Poster Aburizal Bakrie dan Latief
Rabu, 25 Mei 2005 12:45 WIB
Jakarta - Korupsi di dunia Perbankan menjadi sorotan. Mahasiswa meminta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menangkap pejabat dan konglomerat penerima kredit macet Bank Mandiri.Saking geramnya, sekitar 40 mahasiswa dari Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) membakar poster-poster pejabat dan konglomerat yang kecipratan kredit.Belasan poster yang dibakar antara lain bergambar wajah Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, mantan Menaker Abdul Latief dan konglomerat Habil Marati."Bakar, bakar, bakar koruptor!" teriak mahasiswa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2005). Satu per satu lembar poster pun hangus terbakar. Mahasiswa juga melempar tomat ke dalam Gedung Kejagung. Puluhan polisi dan pengamanan dalam (pamdal) Kejagung berusaha menghindar dari timpukan tomat dan tetap menjaga jalannya aksi.Zaki, salah seorang koordinator aksi, meminta Jaksa Agung berani menangkap seluruh penerima kredit bermasalah Bank Mandiri. Dia menyebutkan sejumlah nama pejabat dan mantan pejabat negara seperti Aburizal Bakrie selaku pemilik PT Bakri Telecom dengan kredit mencapai Rp 472,03 miliar, Abdul Latief pemilik PT Lativi Media Karya dengan kredit mencapai Rp 328 miliar serta Habil Marati pemilik PT Batavindo Kridanusa dengan kredit Rp 54 miliar."Kejaksaan Agung hanya berani berhadapan dengan penjahat biasa dan akan menjadi lumpuh layu jika berhadapan dengan konglomerat atau pejabat tinggi pendukung rezim penguasa. Itulah realitas yang memilukan," protes Zaki.
(aan/)











































