DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 19:39 WIB

Razia di Cibubur, Polisi Copot Lampu Rotator di Mobil 'RFS'

Akhmad Mustakim - detikNews
Razia di Cibubur, Polisi Copot Lampu Rotator di Mobil RFS Polisi menilang mobil berpelat nomor RFS. (Kim/detikcom)
Jakarta - Sejumlah aparat gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan TNI menggelar razia penggunaan lampu rotator dan sirene di kawasan Cibubur. Saat melakukan razia, polisi memberhentikan mobil berpelat B-1654-RFS.

Kabagbin Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Harry Sulistiadi mengatakan mobil berpelat dengan akhiran RFS mayoritas milik pejabat negara.

"Belum tentu, tapi mayoritas pejabat," kata Harry saat ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/10/2017).

Razia di Cibubur, Polisi Copot Lampu Rotator Mobil 'RFS'Polisi menilang mobil berpelat nomor RFS. (Kim/detikcom)

Harry mengatakan, meskipun mobil pejabat, tidak dibenarkan menggunakan lampu rotator berwarna biru. Menurutnya, lampu rotator hanya bisa digunakan untuk kendaraan tertentu, seperti kendaraan Polri, pengawalan TNI, ataupun ambulans dan mobil dengan muatan yang berat.

"Semua kendaraan pelat hitam nggak boleh pakai lampu merah, kuning, biru, itu nggak boleh. Yang boleh itu mobil Polri, pengawalan TNI, pemadam, mobil jenazah, perawatan jalan tol, dan kendaraan bahan kimia, berat," ujarnya.

Harry mengerti alasan penggunaan lampu rotator berwarna biru bertujuan agar mendapatkan prioritas saat kondisi lalu lintas sedang padat. Namun dia menyebutkan, kendaraan pejabat yang ingin mendapatkan prioritas cukup meminta pengawalan kepada pihak kepolisian, tak perlu memasang lampu rotator.

"Harusnya minta dikawal, nanti kepolisian berikan pengawalan. Kita kan mengerti maksudnya penggunaan lampu biru itu supaya dapat prioritas. Kalau minta prioritas, harus dikawal," ujarnya.



Sementara itu, polisi menjaring mobil yang mengaku dari petugas Jasa Marga. Mobil berpelat D-1125-NY dipasangi lampu rotator berwarna kuning, namun pelat nomor kendaraan tersebut berwarna hitam.

"Ini dia kerja sama dengan Jasa Marga tapi bukan mobil Jasa Marga. Kebetulan dia vendor. Nah, pas cek surat-surat, suratnya palsu. SIM juga nggak bawa, jadi mobilnya kita sita," ujarnya.

Polisi melakukan operasi penertiban lampu rotator ini mulai hari ini, Rabu (11/10/2017). Operasi ini akan dilakukan selama satu bulan. Pengemudi yang memasang lampu rotator bisa dikenai denda Rp 250 ribu.
(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed