"Saya juga ingin menyampaikan bahwa masalah ini tidak diungkap sampai sekarang. Dan saya juga belum mendengar dalam hal ini rencana tentang bagaimana selanjutnya kasus hukum ini dan masalah-masalah lain. Harapan saya dibentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta)," ungkap Novel lewat video call dari ponsel sahabatnya, Dahnil Anzar Simanjuntak, di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).
Novel sempat menyampaikan juga terima kasihnya kepada berbagai elemen yang senantiasa konsisten mendukung pengungkapan kasusnya. Selain itu penyidik KPK ini menuturkan peristiwa yang menimpanya merupakan risiko dari upaya pemberantasan korupsi, tetapi jangan sampai patah semangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam rangka perjuangan melawan korupsi, ini bukan masalah kecil tentunya. Tentunya risiko ini menjadi sesuatu yang tidak terelakkan. Bukan suatu hal yg umum apa pun itu," lanjut Novel.
Petang ini, KPK bersama Koalisi Masyarakat Antikorupsi menyampaikan agar publik jangan sampai lupa dengan kasus Novel yang sudah memasuki bulan keenam. Acara dihadiri oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Lalola Easter, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta perwakilan Wadah Pegawai KPK.
Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras yang merusak matanya. Novel kini harus menjalani perawatan di Singapura smentara kasus teror terhadapnya belum juga terungkap. (nif/dhn)











































