Pemerintah Berterima Kasih Warga Sukses Hemat Listrik

Pemerintah Berterima Kasih Warga Sukses Hemat Listrik

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2005 12:01 WIB
Jakarta - Pemerintah berterima kasih pada masyarakat karena telah mengikuti anjuran mengurangi pemakaian listrik dalam dua hari ini. Hal ini menyebabkan PLN tidak perlu melakukan pemadaman listrik pada dua hari pertama pekerjaan penyambungan pipa gas ke sistem pembangkit Jawa-Bali.Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2005).Purnomo gembira karena meski hari libur, tetap saja masyarakat hemat listrik. "Padahal Selasa (24/5/2005) hari libur dimana beban listrik di rumah tangga memuncak karena seluruh perangkat hiburan di rumah tangga menyala," kata Purnomo.Dalam kesempatan itu, Purnomo melaporkan hasil pemantauan terhadap kegiatan pemasangan gas ke PLTU Muara Karang dan Tanjung Priok. Kedua PLTU merupakan tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali.Dia menjelaskan, pemasangan pipa gas bertujuan untuk menggantikan bahan bakar minyak yang selama ini digunakan untuk menghasilkan uap. Penggantian bahan bakar ini dikarenakan makin tingginya harga BBM yang mengakibatkan melonjaknya biaya produksi. "Dengan pemakaian gas, selain mengirit biaya produksi, juga dapat menambah megawatt yang dihasilkan oleh mesin. Sebab, uap hasil pembakaran gas dapat digunakan kembali untuk menghasilkan uap," papar Purnomo."Jadi mohon disadari, ini adalah demi peningkatan kehandalan mesin. Tidak ada krisis energi di Indonesia," imbuhnya.Menurut Purnomo, pekerjaan penyambungan pipa akan berlangsung hingga 7 Juni 2005. Dia berharap konsumen rumah tangga dapat terus mempertahankan prilaku penghematan penggunaan listrik. Demikian juga dengan konsumen perkantoran dan industri.Khusus di bidang industri, lanjutnya, berkurangnya pasokan listrik selama penyambungan tidak membawa akibat yang fatal. Sebab, beban dasar bagi industri berlangsung pada pagi dan siang hari. Sementara, beban puncak yang terjadi di malam hari lebih banyak disumbang oleh konsumen rumah tangga. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads