DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 16:13 WIB

Jaksa Agung Dukung Buwas soal 'Cincang' Oknum Lapas Terlibat Narkoba

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jaksa Agung Dukung Buwas soal Cincang Oknum Lapas Terlibat Narkoba Jaksa Agung M Prasetyo (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) ingin oknum lapas yang terlibat jaringan narkotika dihukum lebih berat daripada hukuman bandar, bahkan 'dicincang'. Jaksa Agung M Prasetyo mendukung keinginan Buwas.

"Ya itu setiap perkara ada klemensi ya, hal yang memberatkan dan meringankan. Kalau petugas ikut melanggar, tentunya layak dihukum lebih berat dari yang lain," ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

"Begitu pun bandar dan pengedar ataupun juga para cukong-cukong, gembong narkoba. Itu sudah selayaknya dihukum lebih berat dari yang lain, dari sekadar menjadi pengguna," imbuh dia.

Banyaknya narapidana yang terlibat jaringan narkotika tak terlepas dari adanya keterlibatan oknum penjaga lembaga permasyarakatan (lapas). Buwas berharap oknum-oknum tersebut dihukum lebih berat daripada hukuman para bandar narkotika.

"Oknum-oknum adalah pengkhianat kepada institusi, harusnya hukuman harus lebih berat daripada bandar," kata Buwas di kantonya, Selasa (10/10).

Buwas memberi contoh selain hukuman mati. Menurutnya, hukuman berat harus diberikan agar menimbulkan efek jera sehingga tak ada lagi oknum lapas yang terlibat jaringan narkoba.

"Hukuman berat kalau umpama oknum itu dicincang di depan umum, pasti akan semua takut, nggak apa-apa untuk kebaikan. Yang jelas, kalau kita bicara keadilan, pelanggaran HAM itu adanya di akhirat. Makanya harusnya hukuman berat kepada okmun, kalau perlu seumur hidup kakinya digantung di atas kepala di bawah, makannya dari bawah dan dipamerkan ke seluruh penjuru ini biar orang akan kapok dan nggak akan coba-coba," jelas Buwas.
(gbr/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed