"Pukul 11.00 Wita pada Senin (9/10) kemarin, dilakukan pelimpahan yang bersangkutan bersama barang bukti ke Dit Resnarkoba Polda Bali. Lalu dilanjutkan pemeriksaan awal," kata Wakil Direktur Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko di kantornya, Denpasar, Rabu (11/10/2017).
Seusai pemeriksaan, Joshua dibawa ke RS Polri Trijata, Bali, untuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan sementara membuat dokter rumah sakit meminta Joshua dirawat inap untuk observasi kesehatan mendalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 15-20 menit berlalu, Joshua tak kunjung keluar dari kamar kecil. Petugas jaga curiga, lalu mendobrak pintu kamar kecil dan menemukan jendela kaca kamar kecil terbuka serta diduga menjadi jalur pelarian Joshua.
"Kemudian yang bersangkutan berjalan kaki ke minimarket terdekat untuk meminta tolong kepada pegawai minimarket. Ia minta tolong dipesankan jasa ojek online dengan tujuan Canggu," ucap Sudjarwoko.
Petugas lalu mengejar Joshua ke wilayah Canggu, Badung, Bali. Sudjarwoko juga menyebarkan foto Joshua ke setiap minimarket, restoran, dan hotel di Bali.
"Temannya di Canggu menyatakan yang bersangkutan sudah pergi ke wilayah Nusa Dua menggunakan taksi. Ia juga meminta uang ke rekannya di Canggu itu. Usai di Nusa Dua, ia mengelabui sopir taksi dengan cara turun di rumah yang diklaim miliknya, tapi begitu sopir taksi pergi, ia ke rumah lain," ungkap Sudjarwoko.
Tak lama kemudian, pukul 14.20 Wita, Selasa (10/10), panggilan telepon masuk dari salah satu hotel di kawasan Pantai Berawa, Canggu. Pihak hotel menyatakan ada tamunya di restoran yang sesuai dengan ciri-ciri Joshua.
"Dia mencari makan dan minum di lobi hotel sendirian. Lalu dilakukan penangkapan kembali dan langsung kita amankan ke bangsal rawat khusus tahanan di RS Polri Trijata dengan tiga anggota," pungkas Sudjarwoko.
Joshua adalah terduga kasus narkoba dengan barang bukti ganja kering seberat 28,02 gram neto yang dicampur dengan tembakau serta 37 butir obat penenang Diazepam. Joshua diamankan petugas Bea-Cukai Bandara Ngurah Rai ketika mendarat dari Bangkok, Thailand.
"Dia mengaku melarikan diri karena stres, ke Bali mau berlibur kok malah dimasukkan ke penjara. Dia mengaku setiap kali liburan di Bali, dia beli narkoba di Bali," papar Sudjarwoko. (vid/fay)











































