Survei ini dilaksanakan pada 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.220 orang. Margin of error survei ini +/- 2,9 % dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Menurut peneliti Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, responden ditanyakan soal tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sejak dilantik pada 20 Oktober 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, tren tingkat kepuasan Jokowi sejak Januari 2015 hingga September 2017 relatif stabil di atas 60 persen.
"Approval rating atau tingkat kepuasan publik adalah standar emas yang sering dipakai dalam survei opini publik untuk mengetahui tingkat dukungan publik terhadap sebuah pemerintahan," kata Burhanuddin di kantor Indikator, Jl Cikini Raya, Rabu (11/10/2017).
Namun dia mengingatkan kinerja bukanlah satu-satunya variabel penentu kepuasan publik. Ada ekspektasi masyarakat kepada pemerintah dan pemimpin di luar wilayah kerja pemerintah.
"Ekspektasi tersebut bisa jadi berada di luar urusan kinerja resmi pemerintah, seperti ideologi, identitas sosial, dan perilaku pribadi," ucapnya.
Sementara itu, soal kemampuan Jokowi memimpin, 12,4 persen merasa sangat yakin akan kepemimpinan Jokowi dan 60,3 persen mengatakan cukup yakin. Sebanyak 20% masyarakat mengaku kurang yakin akan kepemimpinan Jokowi dan 2,6 persen tidak yakin sama sekali. Hanya 4,8 persen responden yang memilih jawaban tidak tahu.
"Hal senada juga ditunjukkan oleh tingkat kepercayaan publik pada Presiden Jokowi yang dianggap mampu memimpin bangsa ini," ujarnya. (fiq/rvk)











































