Dirut TransJ Koordinasi dengan Tim Anies-Sandi soal OK Otrip

Dirut TransJ Koordinasi dengan Tim Anies-Sandi soal OK Otrip

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 11 Okt 2017 12:10 WIB
Dirut TransJ Koordinasi dengan Tim Anies-Sandi soal OK Otrip
TransJakarta Koridor Ciledug-Tendean (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik pada 16 Oktober mendatang. Salah satu program yang dijanjikannya adalah OK Otrip, yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi dengan biaya Rp 5.000 saja.

Direktur Utama (Dirut) TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Anies-Sandi terkait penerapan OK Otrip. Menurutnya, program OK Otrip membuat TransJakarta akan bekerja lebih baik.

"Saya sudah ketemu. Kami yakin dengan konsep OK Otrip dan konsep-konsep baru ini membuat kita harus kerja lebih baik lagi, semangat lagi untuk bisa melayani dengan lebih baik," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi berharap bertambahnya program-program terkait pelayanan transportasi di Jakarta akan membuat transportasi di Jakarta semakin baik. Sebab, tujuan utamanya adalah melayani masyarakat.

"Kami berharap ini semua bisa lebih baiklah. Karena secara profesional kan kita tujuannya adalah pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI siap melaksanakan program OK Otrip dari pemerintahan Anies-Sandi. Dishub DKI akan melakukan integrasi angkutan untuk mendukung program tersebut.

"(OK Otrip) itu bisa terlaksana kalau seumpama moda transportasi, baik kecil, sedang, besar, maupun busway, itu sudah terintegrasi. Itu bisa dilakukan dan itu sangat-sangat bisa dilakukan," kata Kepala Dishub Andri Yansyah di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Untuk diketahui, program OK Otrip menawarkan ongkos transportasi umum lebih murah dibanding TransJakarta. Program itu tidak hanya mengintegrasikan bus TransJakarta, tapi juga dengan angkot dan feeder bus. (idh/idh)


Berita Terkait