Trauma Vaksin Palsu, Imunisasi MR di Bekasi Rendah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 10 Okt 2017 21:24 WIB
Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui pencapaian program imunisasi Measles Rubella (MR) terendah kedua di Jawa Barat. Pasalnya, ada beberapa kendala, seperti traumanya warga Bekasi terhadap vaksin palsu.

"Hari ini (sudah) 90 persen, sekarang sudah ada penjadwalan ulang, komitmen untuk melaksanakan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Sukrawati di Bekasi dalam acara diskusi bertajuk 'Tantangan Imunisasi Campak Rubella' di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).


"Kita belum menyatakan tidak sukses karena program masih berjalan. Jadi di akhir kegiatan nanti, setelah evaluasi 14 Oktober, baru kita bisa terima statement kurang sukses," sambung Dezi.

Dezi mengatakan target imunisasi MR belum tercapai karena kurangnya komunikasi tenaga kesehatan dengan orang tua murid di sekolah. Kendala lain adalah trauma orang tua murid karena pemberitaan vaksin palsu.


"Ada sedikit trauma masyarakat dari peristiwa peredaran vaksin palsu di Kota Bekasi pada 2016. Hal ini membuat orang tua khawatir dan lebih mempercayakan penanganan kesehatan anaknya kepada dokter langganan," katanya.

Dezi mengaku telah berupaya membujuk orang tua agar anaknya divaksin MR. Namun masih ada yang mempertanyakan kandungan vaksin tersebut.


"Mereka menanyakan kenapa imunisasi Campak-Rubella ini harus dibeli dari India, tidak ke farmasi langsung seperti Biofarma. Padahal kita sudah beri jaminan bahwa produk vaksin tersebut memenuhi standar internasional dan sudah dipakai oleh 144 negara," ujarnya.

Kendati halal atau tidak, Dezi mengatakan sudah merangkul Majelis Ulama Indonesia untuk berikan pencerahan. Dezi menyebut Badan PBB yang fokus pada anak, yakni United Nations International Children's Fund (Unicef) sudah berkoordinasi dengan produsen vaksin. Selain itu, sudah ada jaminan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.


"Unicef sudah koordinasi dengan pabrik di India, karena komunikasi antarnegara. Sedangkan di Indonesia sudah ada pengawasan dari BPOM, mereka yang melakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Sebelumnya, pencapaian imunisasi MR serentak di Jawa Barat hingga akhir September mencapai 92,46 persen dari proyeksi 92,58 persen. Angka itu masih lebih rendah dari target nasional, yaitu 95 persen.

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota yang melakukan imunisasi MR, hanya empat daerah yang melampaui target nasional, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Sumedang. Sisanya belum mencapai target. Malah ada yang di bawah 85 persen, yaitu Kabupaten Sukabumi (74,47 persen), Kota Depok (80,88 persen), Kota Bekasi (82,67 persen), dan Kabupaten Bandung Barat (83,23 persen). (ed/jbr)