DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 19:01 WIB

Dicecar 22 Pertanyaan, Ahmad Dhani Diperiksa soal Konten 3 Cuitan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Dicecar 22 Pertanyaan, Ahmad Dhani Diperiksa soal Konten 3 Cuitan Ahmad Dhani saat memenuhi panggilan polisi terkait cuitan sarkasme di Polres Jakarta Selatan (Foto: Kanavino/detikcom)
Jakarta - Musisi Ahmad Dhani menjalani pemeriksaan selama sekitar satu setengah jam di Polres Jakarta Selatan terkait kasus cuitan sarkastis. Dhani dicecar 22 pertanyaan dan dimintai keterangan soal konten 3 cuitannya.

"Kurang lebih 22 pertanyaan. Nggak ada yang baru," kata salah satu kuasa hukum Dhani, Hendarsam Marantoko, di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Selasa (10/10/2017).


Hendarsam menjelaskan dari 3 cuitan itu ada yang memang benar-benar dari ide Dhani langsung. Namun ada juga yang berasal dari admin akun.

"Pemeriksaan berkisar mengenai cuitan dari akun Mas Dhani. Ada tiga hal pokok disitu. Satu, cuitan, itu yang Mas Dhani akuin dari Mas Dhani langsung ya, yang dua itu dari admin," jelasnya.


Hendarsam tidak menerangkan secara rinci terkait 2 cuitan yang berasal dari admin. Dia dan Dhani mengaku tidak punya kapasitas untuk menjelaskan terkait 2 cuitan tersebut.

"Kami dan Mas Dhani, kayaknya kurang punya kapasitas untuk menjelaskan dua cuitan tadi, cuman cuitan yang Mas Dhani benar-benar keluarkan, yang dilaporkan itu," terangnya.


Selain itu, Hendarsam mengungkapkan kliennya juga ditanya soal filosofi dasar dari cuitan yang diposting. Cuitan Dhani, kata Hendarsam, sebenarnya tak bermasalah.

"Makanya tadi ditanyakan juga kontennya. Filosofi dasarnya apa sih, itu ada. Kita intinya semua harus sepakat, semua penista agama, termasuk para pendukungnya ya memang harus sanksi sosial. Wajar-wajar saja," ungkapnya.


Sementara itu, Dhani kembali menegaskan cuitannya tak mempunyai nilai ujaran kebencian. Dia lantas mengibaratkan kebencian terhadap pendukung pengedar narkoba dengan pendukung penista agama.

"Misalnya siapa saja pendukung para pengedar narkoba wajib digantung, misalnya. Itu kan ujaran kebencian kepada pengedar narkoba dan pendukungnya. Saya rasa menempatkan ujaran kebencian pada tweet saya agak salah ya. Karena saya benci kepada penista agama dan pendukungnya," tegasnya.


"Saya benci pelaku penista agama dan pendukungnya seperti saya benci pemerkosaan atau pelecehan terhadap anak kecil, saya benci. Saya berhak mengutarakan kebencian saya kepada hal-hal yang melanggar UU atau bisa kita sebut pelanggaran kejahatan," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Dhani dilaporkan oleh relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (BTP Network) gara-gara cuitan sarkastis di akun Twitter-nya.

"Ini laporannya terkait Twitter Ahmad Dhani. Di sini sudah saya print dan yang paling berat adalah 'siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya' dan dia selalu buat di belakangnya (tagar) ADP, artinya langsung dari tangan dia sendiri," kata Ketua BTP Network Jack Lapian kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/3).
(knv/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed