Berulang kali Risma menyebut angka 30 ke Kusnadi, yang mendampingi Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Senin (9/10).
Sempat muncul isu bahwa yang dilontarkan Risma itu adalah nomor polisi kendaraan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Pelat mobil dinas Mensos Khofifah memang RI-30.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mensos Khofifah Indar Parawansa. (Foto: dok. Kemensos) |
Apakah ini berarti Risma mengusulkan agar PDIP mengusung Khofifah sebagai calon Gubernur Jatim kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri? Kusnadi pun menepisnya.
Dia mengungkapkan kode 30 tersebut terkait dengan pembagian pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Risma disebutnya meminta bantuan Kusnadi, yang menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim, untuk memperjuangkan penambahan jatah PKB dan BBNKB bagi Surabaya.
"Bu Risma ingin Pemkot Surabaya mendapatkan 30 persen. Kata beliau, sekarang cuma 21 persen, apalagi jalan-jalan provinsi di Surabaya yang juga dibantu pemkot," ungkap Kusnadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (10/10/2017).
Kusnadi menerangkan awalnya dia bersama Risma mengobrol saat kedatangan Hasto. Saat itulah Risma mencurahkan isi hatinya.
"Saya ngobrol sama Bu Risma, saya guyonan sama beliau. Yek opo, Pak, aku iki soal bagi hasil, sumbangan dari PKB dan BBNKB. Padahal Surabaya ini banyak (kendaraan), ya mbok poo dikasih 30 persen," kata Kusnadi menirukan isi perbincangannya dengan Risma.
"Saya bilang iya, Bu, nggak apa-apa 30 persen. Pokoke Bu Risma jadi gubernur. Bu Risma tertawa," sambungnya.
Tampakya Risma tidak puas. Bahkan saat mengantar Kusnadi meninggalkan ruang pertemuan pun dia masih mengingatkan Kusnadi.
"Pokoknya 30 ya, Pak Kus," kata Risma saat itu. (roi/elz)












































Mensos Khofifah Indar Parawansa. (Foto: dok. Kemensos)