Temui Said Aqil, FAPP Minta NU Kirim Ahli ke Sidang Perppu Ormas

Temui Said Aqil, FAPP Minta NU Kirim Ahli ke Sidang Perppu Ormas

Zunita Amalia Putri - detikNews
Selasa, 10 Okt 2017 16:36 WIB
Temui Said Aqil, FAPP Minta NU Kirim Ahli ke Sidang Perppu Ormas
Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj. FAPP meminta kesediaan perwakilan PBNU menjadi ahli dalam sidang uji materi Perppu Ormas.

"Karena sekarang kita sedang menghadapi perppu di MK, kita membutuhkan ahli-ahli dari NU yang menjelaskan bagaimana perppu ini harus didukung karena dia mengamankan Pancasila dan NKRI," ujar koordinator FAPP, I Wayan Sudirta, seusai pertemuan di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Sudirta mengatakan NU berperan penting menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI. Persatuan di masyarakat, menurutnya, harus tetap dijaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada titipan masyarakat agar disampaikan pada ketua umum bahwa di sana-sini sebenarnya masyarakat masih ada rasa waswas terhadap kaum radikalis. Terhadap kaum yang ingin mengganti Pancasila, terhadap kaum yang membawa nilai-nilai lain dari luar yang tidak cocok dengan Pancasila dan NKRI," sambungnya

 Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj. (Zunita Amalia Putri/detikcom)


Dalam menghadapi sidang Perppu Ormas, sambung Sudirta, FAPP memerlukan 5 ahli. Keterangan ahli diperlukan dalam sidang gugatan atas Perppu Ormas yang diterbitkan pemerintah pada 12 Juli 2017.

Sementara itu, Said Aqil menegaskan NU tetap dalam posisi mendukung Perppu Ormas. Pancasila, menurutnya, tidak boleh lagi dipertentangkan.

"Menurut saya, sudah tidak boleh lagi didiskusikan bahwa Pancasila apa? Bener apa tidak? Tangkaplah orang seperti itu. (Yang) boleh itu kalau implementasi Pancasila mendalami, menghayati bikin-bikin konsep seperti apa budaya Pancasila, seperti apa demokrasi Pancasila, seperti apa yang harus dilakukan," tutur Said Aqil. (fdn/dha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads