DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 16:18 WIB

Demo di Makassar Minta Nasionalisasi Freeport Berujung Ricuh

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Demo di Makassar Minta Nasionalisasi Freeport Berujung Ricuh Pengunjuk rasa di Makasar ditangkap polisi (M Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Unjuk rasa digelar di Makassar meminta perusahaan tambang Freeport dinasionalisasi. Aksi berujung ricuh dan 4 mahasiswa ditangkap.

Puluhan anggota Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Makassar berdemonstrasi menuntut pemerintah menasionalisasi PT Freeport Indonesia jika menolak divestasi saham 51 persen seperti yang diajukan pemerintah. Aksi yang digelar di bawah fly over jalan Urip Sumoharjo, Makassar berujung ricuh, Selasa (10/10/2017).

Anggota kepolisian dari Polrestabes Makassar membubarkan aksi unjuk rasa dan menangkap setidaknya empat peserta unjuk rasa. Polisi membubarkan aksi unjuk rasa saat para demonstran membakar ban bekas yang menimbulkan kemacetan panjang di Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumoharjo.

Keempat mahasiswa anggota LMND yang belum diketahui identitasnya tersebut diangkut ke dalam truk polisi dan akan diambil keterangannya di Mapolrestabes Makassar.

Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa EK LMND Makassar hingga berlarian ke arah kantor Kejaksaan Tinggi, Sulawesi Selatan dan Barat. Aksi kejar-kejaran polisi dan mahasiswa menambah kemacetan jalan depan kantor kejaksaan yang bersamaan berlangsung kegiatan yang dihadiri Jaksa Agung M Prasetyo.

Dalam pernyataan sikap Jenderal Lapangan EK LMND Makassar, Suharfin Karno, meminta PT Freeport segera angkat kaki dari Indonesia dan pemerintah segera menasionalisasi Freeport jika perusahaan tambang di Kabupaten Mimika, Papua, milik Freeport McMoran menolak divestasi saham 51 persen, sebagaimana yang diajukan pemerintah Indonesia.

Selain itu, LMND Makassar juga mendesak pemerintah mengakhiri pola ekonomi Freeport yang disebut bergaya kolonial dan mendorong pembangunan smelter.

"Kami juga meminta penghentian perlakuan khusus bagi Freeport seperti pemberian keringanan pajak, serta menghentikan kegiatan perusakan ekologis di tiga sungai akibat penambangan Freeport," pungkas Suharfin.

Situasi di sekitar Fly Over Urip Sumoharjo saat ini masih dijaga ketat aparat kepolisian. Situasi kemacetan juga saat ini berangsur lancar dari kedua arah di perempatan Jalan Tol-Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumoharjo.
(mna/fay)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed