"Iya benar," kata Kasudin Kebersihan Jakpus, Marsigit, saat dihubungi detikcom, Selasa (10/10/2017).
Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tanah Abang, Zulkarnaini yang dikonfirmasi terpisah membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan sebanyak 738 meter kubik sampah dihasilkan dari Tanah Abang setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah tersebut menurutnya berasal dari limbah masyarakat serta 5 pasar yang berada di Tanah Abang. Semua sampah yang dihasilkan dari permukimans maupun kelima pasar tersebut merupakan sampah organik.
"Dari 5 pasar, Pasar Palmerah, Benhil, Lontar Atas, Blok G, sama Pasar Gandaria di Kebon Kacang. Sampahnya campur, rata-rata organik semua yang siap buang, sampah sayur. Tapi sedikit yang non-organik, karena sudah dipilah pemulung, tinggal ampasnya saja kita buang," ujarnya.
Zulkarnaini menyebut sampah dari masyarakat biasanya dibuang di pinggir-pinggir jalan. Hal ini membuat petugas bekerja ekstra demi membersihkan trotoar sebelum pukul 07.00 WIB.
"738 meter kubik itu termasuk sampah PPSU, itu saya ada 7 keluaran, 1 kelurahan punya mobil pengangkut itu jatahnya 3 kali angkat sehari kan 3 shift. Tapi kan kita bisa menahan mobil sampai jam 12.00 WIB. Tapi masyarakat baru jalan mobil sampah, sudah buang lagi," tuturnya.
Dia mengimbau agar masyarakat lebih peduli dengan pembuangan sampah. Sosialisasi hingga ke tingkat RW untuk meminimalisir sampah juga sudah dilakukan.
"Sudah kita imbau juga waktu itu, diarahkan sama pak camat, mengundang RW-RW. Saya sampaikan juga kalau bisa sampah warga jangan dibuang ke jalan tapi ke gerobak sampah. Masyarakat kan belum semua sadarlah ya, contohnya di kebon kacang, sambil mau ke pasar buang saja sampah, padahal truk kita baru jalan 20 meter," imbuhnya. (cim/fdn)











































